-->

Kronik Toggle

Michael Stern Hart Wafat

ILLIONIS–Michael Stern Hart (64), pelopor buku elektronik (e-book), meninggal dunia di rumahnya di Urbana, Illinois, Selasa (6/9/2011). Kematiannya dikonfirmasi oleh Gregory B. Newby, Chief Executive dan Direktur Proyek Gutenberg. Penyebab kematiannya hingga kini belum diketahui.

Hart dikenal sebagai pelopor hadirnya e-book saat ia mengetik e-book pertama yang berisi “Deklarasi Kemerdekaan” ke komputernya, pada 4 Juli 1971. E-book pertama tersebut juga dianggap sebagai penanda berdirinya Project Gutenberg, perpustakaan digital tertua dan terbesar.

Hart lahir pada tanggal 8 Maret 1947 di Tacoma, Washington, AS. Ayahnya adalah seorang akuntan dan ibunya, seorang cryptanalyst, yang sejak Perang Dunia II, menjadi manajer bisnis untuk toko perempuan berstandar tinggi. Orang tuanya kemudian menjadi dosen di University of Illinois, di mana ayahnya mengajar sastra Shakespeare dan ibunya mengajar matematika.

Karena itulah, Hart menjadi sering hadir di tempat kuliah sebelum masuk perguruan tinggi. Saat resmi menjadi mahasiswa, Hart mengambil program studi human-machine interfaces dan mendapat gelar sarjana pada tahun 1973.

Ia menemukan misi hidupnya sejak menjadi mahasiswa University of Illinois. Saat itu, Hart merupakan pengguna komputer mainframe Xerox Sigma V, yang merupakan material Lab Penelitian di Universitas tersebut. Hart mengistamasi dapat membuat sesuatu dari komputer tersebut yang bisa menghasilkan hingga 100 juta dollar AS. Namun, pengolahan data, aplikasi utama komputernya saat itu, tidak menangkap imajinasi yang dimilikinya.

Pada 4 Juli 1971 tersebut, usai menghadiri sebuah pesta kembang api, Hart mampir di sebuah toko dan membeli sebuah salinan “Deklarasi Kemerdekaan” yang dicetak di atas kertas yang terbuat dari kulit. Ia mengetik ulang teks tersebut dan akan mengirimnya sebagai e-mail ke pengguna Arpanet, pendahulu penyedia internet yang disponsori pemerintah. Tetapi ia diingatkan bahwa pesan akan mengalami crash.

Satu miliar e-book di genggaman

Saat tetap mengirimkan pesan, ia mendapat pemberitahuan bahwa teks tidak bisa di-download dan pada hari itulah Proyek Gutenberg lahir. Proyek ini bertujuan untuk memberantas buta huruf dan kebodohan, dengan membuat buku yang tersedia bagi pengguna komputer tanpa harus mengeluarkan biaya. Proyek itu akan mendorong penciptaan dan distribusi e-book.

Sampai dekade sebelumnya, Hart bekerja sendiri. Ia mengetik ulang aturan konstitusi “Bill of Rigts”, Alkitab “King James”, dan buku dongeng “Alice’s Adeventure in Wonderland” ke dalam database proyek. Ia memulai langkah-langkah tentatif pertama dalam revolusi yang kemudian mengantarkan ia kepada reformasi buku. Ia menciptakan e-book, dan berhasil membuat internet arsip yang bisa diakses individu.

Proyek Gutenberg berjalan lambat pada awalnya. Dalam satu bulan ia hanya bisa menciptakan satu e-book, dan hingga tahun 1997 e-book yang dihasilkannya baru berjumlah 313. Percepatan terjadi ketika ia dan rekannya Mark Zinzow, seorang programmer dari University of Illinois, merekrut sukarelawan untuk mencari sumber-sumber buku baru. Dengan mengandalkan mesin scan dan editing, proyek tersebut bisa menghasilkan hingga 100 buku beberapa bulan selanjutnya.

Hingga hari ini, Proyek Gutenberg telah memiliki 30.000 e-book dalam 60 bahasa, dengan penekanan judul yang menarik bagi pembaca umum. Terdapat 3 kategori, yakni literarur ringan, literatur berat, dan karya referensi. Dalam email tahun 2006 yang ia kirimkan kepada penulis teknologi Glyn Moody, Hart meramalkan akan ada satu miliar e-book pada tahun 2021, yakni ketika Proyek Gutenberg memasuki usia 50 tahun. “Anda akan mampu membawa satu miliar buku di satu tangan,” ujar Hart.

Hampir semua buku berada dalam domain publik, meskipun ada sejumlah kecil dari buku-buku tersebut memiliki hak cipta yang hanya bisa direproduksi jika mendapat izin dari pemilik hak cipta. Hart sendiri menulis dua buku, yakni “A Brief History of the Internet” dan “Poems and Tales from Romania”.

Yang menjadi masalah kemudian adalah perpanjangan hak cipta setelah 1998. Disponsori oleh anggota kongres California bersama mantan penyanyi pop Sonny Bono, jutaan e-book dihapus dari domain publik dan diperpanjang hak ciptanya hingga 20 tahun. Berdasarkan hukum Amerika Serikat, hak cipta tersebut sekarang berlaku selama 95,5 tahun.

Sumber : Portal berita Kompas.com, 9 September 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan