-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Ketiga September 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

Sejarah Teror: Jalan Panjang Menuju 11/9

Karya Lawrence Wright

Resensi ditulis F Budi Hardiman

Dimuat KOMPAS, 18 September 2011

Lebih dari 17.000 orang dievakuasi dan sekitar 3000 orang mati. Lawrence Wright, penulis buku Sejarah Teror ini, mencoba menelisik isi pikiran dan sepak terjang orang-orang yang terkait dengan peristiwa itu.  Dalam bukunya, Wright merangkai banyak sekali peristiwa yang selama ini terserak menjadi sebuah kisah yang utuh yang mampu menerangi latar belakang  kelam gerakan-gerakan Islam radikal yang memuncak pada 9/11, mulai dari Mesir, Afganistan, Sudan, Arab Saudi, Eropa sampai Amerika. Buku pemenang Pulitzer ini adalah hasil riset 5 tahun. Penyajiannya sangat menarik. Di satu saat Wright memberikan deskripsi dan analisis, dan di saat yang lain dia menghidupkan para tokoh dengan dialog dan adegan seperti dalam novel.

Beasiswa Erasmus Mundus: The  Stories  Behind

Karya Dina Mariana dkk

Resensi ditulis Bunga Manggiasih

Dimuat KORAN TEMPO, 18 September 2011

Meutia Zahra, mahasiswa Asal Aceh, tak sanggup menahan tangis saat menjejakkan kaki di Italia pada 2008. Ia ingin sekali bisa berbicara dengan keluarganya, mengabarkan cita-citanya melanjutkan kuliah ke Eropa sudah tercapai. Selain Meutia, 14 penerima beasiswa lainnya menceritakan pengalaman mereka dalam buku ini. Sebagai kumpulan kisah, cara penulisan dan isinya beragam. Kisah mereka tentu bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang bercita-cita kuliah di luar negeri.

Meraba Indonesia Ekspedisi “Gila” Keliling Nusantara

Karya Ahmad Yunus

Resensi ditulis subroto

Dimuat REPUBLIKA, 18 September 2011

Membaca buku ini seakan kita dibawa penulis untuk ikut dalam pengembaraan penulis yang penuh tantangan. Mengaduk emosi. Kadang gembira, bangga, sedih, getir, trenyuh, bahkan marah. Dengan gaya penulisannya naratif yang mengalir, penulis menyajikan realitas yang ditemuinya apa adanya. Apa yang dilihat, rasakan, dan orang-orang kecil atau orang-orang yang terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat di pulau terpencil. Dilengkapi dengan riset mendalam terhadap pulau yang dikunjungi, kita akan disuguhi gambaran persoalan mendalam yang dihadapi masyarakat setempat.

Toponim Kotagede Asal Muasal Nama Tempat

Karya Erwito Wibowo

Resensi ditulis FI Agung Hartono SSos

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 18 September 2011

Buku ini hadir melengkapi buku tentang Kotagede yang pernah diterbitkan sebelumnya. Namun buku ini terasa lebih ‘berwarna’ karena mengulas lebih dalam dan tuntas mengenai penanaman suatu tempat yang kemudian di sebut sebagai toponim. Buku ini menjabarkan secara lebih komprehensif situs-situs bersejarah beserta nama tokoh di sekitar tempat tersebut.

Jadi Benci Merokok dengan Terapi  Asmaul Husna

Karya Ibnu Abdullah Aliman

Resensi ditulis Fajri Andika

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 18 September 2011

Buku yang ditulis Ibnu Abdullah Aliman ini memberikan terapi baru dan langka untuk berhenti merokok dengan aktivasi Asmaul Husna, yaitu As-Salaam, yang bermakna  keselamatan dan terhindar dari segala yang tercela. Selain itu, juga dikupas tentang rokok dan bahaya yang ditimbulkannya , serta diterangkan mengenai pengobatan terhadap kebiasaan merokok melalui pengaktifan nama-nama Allah yang berjumlah 99 dalam kehidupan seorang perokok.

Indonesia Optimis

Karya Denny Indrayana

Resensi ditulis Igy

Dimuat TRIBUN JOGJA, 18 September 2011

Dalam buku ini Denny ingin membuka cakrawala baru agar Indonesia sangat berhak untuk optimistis terhadap capaian yang selama ini terlewatkan begitu saja, tanpa apresiasi yang memadai. Untaian bab demi bab, yang secara total jumlahnya lima bab, berisi fakta berisi data berikut angka statistik yang dikemas secara lincah oleh akademisi Fakultas Hukum UGM tersebut. Ia juga memperlihatkan berbagai opini para pengamat politik yang disebarluaskan oleh media. Bab Menolak Pesimisme, misalnya. Bagian itu merupakan pandangan kritis mengenai posisi media sebagai pilar keempat demokrasi untuk mengontol kerja eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang dari kaca mata Denny  sebagai sebuah pandangan positif.

Panji Tengkorak: Kebudayaan dalam Perbincangan

Karya Seno Gumira Ajidarma

Resensi ditulis Adhitia Armitrianto

Dimuat SUARA MERDEKA, 18 September 2011

Buku ini merupakan hasil disertasi  Seno saat menempuh program doktoral di Universitas Indonesia. Seturut judul, Seno mengulas ihwal komik Panji Tengkorak yang oleh penciptanya, Hans Jaladara, dibuat hingga tiga kali, yakni 1968,1985, dan 1996. Tiga “periode” Panji Tengkorak itulah yang dibedah Seno menggunakan teori komik dan kajian budaya. Setidaknya ada lima topic yang diperbincangkan Seno dalam buku ini, yakni tentang orientasi visual, permainan kode, politik identitas, bias konstruksi gender, dan ketidakmapanan sistem yang dapat membawa perbincangan kepada kebudayaan sebagai situs perjuangan ideologi.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan