-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat September 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

69 Panduan Humanis Menghadapi Wartawan

Karya Devie Rahmawati

Resensi ditulis Ricardi Adnan

Dimuat KOMPAS, 25 September 2011

Judul buku Panduan Humanis Menghadapi Wartawan cukup mencolok. Terkesan berat dan ambisius. Namun, faktanya, buku ini tidak tampil dengan ambisi atau pretensi. Yang ada justru ringan, apa adanya, lepas dan blak-blakan. Akan tetapi, kalau boleh menebak, mungkin percik-percik “humanisme” terletak pada buku ini menggiring pembacanya khususnya mereka yang bekerja di bidang kehumasan untuk melihat ulang sesuatu dari sudut pandang para pekerja media.

Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal (Kumpulan Esai Seni, Budaya, dan Sejarah Indonesia

Karya Fandy Hutari

Resensi ditulis Ammar Machmud

Dimuat KORAN TEMPO, 25 September 2011

Buku ini merupakan sebuah jawaban lantang atas pelbagai klaim dari sebagian pihak yang cenderung beragumen bahwa tradisi lokal Nusantara adalah tradisi kolot dan ketinggalan zaman. Melalui karyanya ini, Fandy menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah, seni, budaya, dan tradisional lokal. Namun ironisnya, sebagian dari kita justru “pura-pura” atau “melupakan diri” realitas itu. Fandy membagi buku ini menjadi lima judul utama. Pertama, Panggung Sandiwara Kita, kedua, Budaya Lokal, Ketiga, Di Sekitar Kita, keempat,  Jangan dilupakan, dan yang terakhir Pancaran Layar Putih.

Reborn: Sebuah Catatan Penerapan CBHRM di Bank Jatim

Karya I Novianingtyastuti

Resensi ditulis Mohammad Eri Irawan

Dimuat JAWA POS, 25 September 2011

Buku ini adalah refleksi transformasi di Bank Jatim dalam menerapkan menajemen SDM berbasis kompetensi (Competency based human resources management/CBHRM). Pada mulanya, Bank Jatim tak dikelola dengan prinsip ekonomi perusahaan ideal. Pengelolaan SDM-nya jauh dari profesional. Apa yang disajikan Novianingtyastuti di buku ini, sejatinya makin mengukuhkan segepok riset yang membuktikan  relasi antara pengelolaan SDM dan kinerja perusahaan.

NUhammadiyah Bicara Nasioalisme

Penyunting Binhad Nurrohmat & Moh. Shofan

Resensi ditulis Abd. Sidiq Notonegoro

Dimuat JAWA POS, 25 September 2011

Terkait persoalan kebangsaan, dalam buku rampai ini, intelektual muda muhammadiyah Dr Zuly Qodir mengungkapkan bahwa baik prof Syafi’i Ma’arif maupun prof Dien Syamsuddin pada era kepemimpinan masing-masing di Muhammadiyah menandaskan tentang kebersamaannya dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengawal Pancasila sebagai satu-satunya pilihan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak bisa ditawar lagi.

Mengalir Bukan Air (Percikan Spirit Hidup)

Karya Imaroh Syahida Dkk

Resensi ditulis Hendra Sugiantoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 25 September 2011

Dalam kelistrikan kita mengenal hukum Ohm. Hukum Ohm mengatakan bahwa besarnya arus (I) berbanding lurus dengan tegangan (V) dan berbanding terbalik dengan dengan besarannya. Resistensi atau hambatan (R). Mungkin persamaan  I=V/R itu hanya kita pahami sebagai rumusan belaka. Ternyata hukum Ohm menyimpan pelajaran hidup bagi kita. Pelajaran dalam hukum Ohm tersebut coba dijelaskan oleh penulis ini. Untuk mendayakan segala potensi demi menggapai cita-cita,  kita perlu memperbesar sumber tegangan. Kita harus memiliki kemauan dan keyakinan yang kuat. Sebaliknya, hambatan-hambatan harus diperkecil mengingat hubungannya yang berbanding terbalik dengan arus potensi kita.

99 Cahaya  di Langit Eropa

Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Resensi ditulis Andri Andrianto

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 25 September 2011

bukti adanya kejayaan Islam di Eropa, tampak dari beberapa bangunan kuno dengan ornamen serta simbol-simbol Islam di Eropa. Itulah yang menginspirasi lahirnya buku bertajuk 99 Cahaya di Langit Eropa. Buku ini, merekam napak tilas  peninggalan Islam di Eropa hebatnya diantara bukti sejarah Islam tersebut hingga kini masih ada yang terjaga dan terpelihara dengan baik. Jejak-jejak sejarah kejayaan Islam di Eropa itu mendapat perhatian khusus dalam buku ini. Dengan gaya bahasa yang enak dibaca khas jurnalis, pilihan diksi yang mudah dipaham.

Terapi Berpikir Positif

Karya Dr Ibrahim Elfikri

Resensi ditulis Subroto

Dimuat REPUBLIKA, 25 September 2011

Penulis yang, seorang motivator Muslim dunia, membagi buku ini menjadi lima bagian. Bagian yang pertama: Kekuatan Pikiran. Selanjutnya Berpikir Negatif, Berpikir Positif, dan Sepuluh wasiat Berpikir Positif. Tiap bagian terdiri dari beberapa sub judul dengan pembahasan yang sederhana, ringkas, padat dan mudah dipahami. Disebutkan dalam buku ini bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60 ribu pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan sehumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika arah yang ditentukan negatif maka sekitar 60 ribu pikiran yang keluar dari memori kita ke arah yang negatif. Sebaliknya jika pengarahannya positif maka sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori ke arah yang positif

Matinya Seoarang Atheis

Karya Zaim Rofiqi

Resensi ditulis Musyafak

Dimuat SUARA MERDEKA, 25 September 2011

Matinya Seoarang Atheis, kumpulan cerita karya Zaim Rofiqi, hadir menertawakan kegentingan spiritual. Tokoh-tokoh aku dalam cerpen “Matinya Seoarang Atheis”, yang dipetik menjadi buku, mengalami ketegangan iman yang mengguuncang. Alur cerita dirajut dengan kompleks dan berlapis. Pelik penolakan iman dikisahkan melalui tiga tokoh aku yang dihubungkan dalam kesatuan narasi: menggugat ketidakhadiran Tuhan di dalam penderitaan yang bertubi-tubi memecundangi hidup manusia.

Eloh Gue End!!! Sepocong Kisah Kunti

Karya @Kuntisimilikiti

Resensi ditulis Igy

Dimuat TRIBUN JOGJA, 25 September 2011

Buku ini merupakan kumpulan status yang ditulis pada jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook. Eloh Gue End!!! Sepocong Kisah Kunti, karya @Kuntisimilikiti ini susunan katanya berantakan. Bahasa yang dipilih tak baku, jauh dari ejaan bahasa Indonesia yang disempurnahkan. Tapi apa boleh buat, buku ini tersaji demikian apa adanya. Bagi mereka yang tak biasa, apalagi sama sekali tak mengenal bahasa gaul, buku ini sulit bahkan tak bisa di pahami. Namun bagi remaja, membeli atau setidaknya membaca buku ini waiib.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan