-->

Kronik Toggle

Gelaranbuku Jambu Gelar Lesehan Budaya

IBOEKOE, KEDIRI-Gelaranbuku Jambu, Kediri mengadakan Lesehan Budaya di Simpang Lima Gumul, Kediri pada Minggu (25/9). Lesehan ini membahas Buku karya Yonathan Rahardjo yang bertajuk Taman Api.

Hadir sebagai pembedah adalah Salamet Wahedi (sastrawan), Dra. Dwi Suparti (dosen Bahasa dan Sastra Indonesia UNP Kediri), dan Hj. Ikke Fradasari (Ketua Waria Karesidenan Kediri). Acara dipandu oleh pustakawan gelaranbuku Jambu Iwan Kapit.

Menurut Iwan Kapit, Lesehan Budaya ini merupakan langkah awal untuk “membaca”  sejauh mana respon publik (baik pegiat sastra maupun masyarakat umum di Kediri) terhadap peristiwa kesenian yang digelar di ruang publik, atau pada khususnya apresiasi terhadap sastra itu sendiri.

Di luar dugaan, pelan-pelan publik yang berseliweran di Simpang Lima Gumul merangsek ke titik digelarnya diskusi. Mereka seakan tidak menduga kalau area Simpang Lima Gumul yang dicitrakan sebagai tempat kongkow-kongkow dan foto-foto, ternyata juga diwarnai lain dengan terciptanya diskusi sastra.

Sebelum diskusi dilangsungkan, panitia menyuguhkan pembacaan fragmen novel Taman Api dan  Tari. Setelah itu, ketiga narasumber yang dihadirkan lantas menyuguhkan hasil pembacaannya terhadap novel Taman Api.

Setelah rampung membedah, Ikhwan melontarkan tawaran kepada peserta diskusi untuk turut mengapresiasi. Satu-persatu peserta yang hadir mengacungkan telunjuknya lantas mengajukan pertanyaan dan tanggapan terhadap isi novel dan penjelasan yang diuraikan oleh ketiga narasumber.

Hj. Ikke dalam satu sesi menjlentrehkan perjalanan hidupnya saat dihadapkan pada pilihan tentang status gendernya yang pada akhirnya dengan “bismillah” memutuskan menjadi “wanita”. Puncak dari kontemplasinya terjadi saat ia melangsungkan ibadah haji ke Mekkah pada tahun 2002. Di sana ia bermohon agar Allah meridhoi putusannya. Saat itu juga, ia terpilih sebagai Ketua Rombongan Haji Teladan se-Indonesia.

Setelah dirasa cukup, acara diskusi pun ditutup. Sebelum bubar, beberapa sajian juga disuguhkan. Masing-masing performance dari murid-murid MTs Miftahul Huda Jambu dan baca puisi yang diiringi musik oleh Cak Juwaini dari Kediri. Akhirnya, semoga acara Lesehan Budaya ini nantinya bisa secara istiqomah digelar, kapanpun dan di manapun (Jabbar Abdullah)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan