-->

Kronik Toggle

Kurang Dana, Ratusan Manuskrip di Museum Sribaduga Tak Terawat

Bandung, Sebanyak seratus lebih naskah kuno yang dimiliki oleh Museum Sribaduga belum terawat dengan baik akibat kekurangan dana,  sejak diberlakukannya otonomi daerah.

Ongkos ideal perawatan naskah kuno itu mencapai puluhan juta rupiah, untuk jenis naskah yang tidak terlalu tebal. Menurut Pamong Budaya Madya Pembinaan dan Pengelolaan Naskah Kuno Museum Sribaduga, Sri Mulyati saat ini Museum Sribaduga hanya bisa melakukan perawatan ala kadarnya. Dari seratus lebih naskah kuno yang perwatannya kurang itu, empat puluhan naskah bermaterikan tentang agama Islam yang ditulis dengan huruf Arab Pegon.

“Tapi pegon itu bahasanya bahasa daerah. Misalkan bahasanya bahasa Jawa, Sunda, Madura, bahasa apa dia menggunakan aksara arab disebut aksara arab pegon. Kalau jumlahnya itu diperkirakan kalau yang arab itu mungkin ada sekitar, secara kumulatif mungkin sebanyak dua puluh lima persen.”

Pamong Budaya Madya Pembinaan dan Pengelolaan Naskah Kuno Museum Sribaduga, Sri Mulyati mengatakan saat ini untuk menjaga keberadaan koleksi naskah kuno yaitu dengan menyimpannya di ruangan bertemperatur khusus. Selain itu, juga melakukan digitalilasi materi naskah kuno.Dia menambahkan kurangnya ongkos pemeliharaan koleksi naskah kuno di Museum Sribaduga, menyebabkan sejumlah naskah dan barang seni rupa bersejarah terancam rusak.

*)KBR68H, 6 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan