-->

Kronik Toggle

Kualitas Buku Sekolah Elektronik Dikeluhkan

JAKARTA – Untuk menekan harga buku, Kementerian Pendidikan Nasional menyediakan buku sekolah elektronik yang bisa diakses oleh siapa pun di internet tanpa bayar. Namun, penggunaan buku ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Jika mengakses langsung di internet, umumnya sekolah kesulitan karena fasilitas komputer berikut internet masih sangat terbatas. Sekolah akhirnya lebih menyukai buku sekolah elektronik (BSE) yang sudah dalam bentuk cetakan. Selain harganya sangat murah, sekolah dan guru tidak harus mencetak sendiri.

”Namun, tidak semua mata pelajaran di buku sekolah elektronik tersedia versi cetaknya,” kata Karsono, Kepala SD Negeri Duri Pulo 1 Jakarta.

Menurut Karsono, sekolah menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk membeli buku-buku versi cetak BSE yang bisa dibawa pulang setiap siswa. Namun, sekolah juga melengkapi buku-buku dari penerbit buku pelajaran dengan memanfaatkan dana bantuan operasional dari pemerintah daerah.

”Buku dari penerbit kualitas cetakannya relatif bagus. Namun, buku sekolah elektronik, karena murah, kualitas cetakannya kurang bagus sehingga cepat rusak,” kata Karsono.

Iwan Hermawan, guru Sosiologi SMAN 9 Bandung, mengatakan, kehadiran BSE dapat meringankan beban sekolah dan siswa. Namun, tidak semua guru dan siswa dapat memanfaatkannya secara elektronik karena ketidakmampuan memanfaatkan internet untuk pembelajaran.

”Peningkatan mutu guru untuk bisa memanfaatkan internet dalam pembelajaran mesti terus ditingkatkan,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Lawa, Muna, Sulawesi Tenggara, La Ose, mengatakan, BSE versi cetak masih sulit ditemukan di pasaran di Sulawesi Tenggara. Akibatnya, guru dan sekolah hanya mengandalkan BSE versi cetak kiriman dari pemerintah.

Rotua (32), orangtua siswa di Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengatakan sulit mencari BSE cetak di daerah. ”Karena jumlahnya terbatas, BSE versi cetak tidak boleh dibawa pulang oleh siswa. Padahal di pasaran juga tidak ada sehingga siswa sulit belajar di rumah.”

Berdasarkan data di laman www.bse.kemdiknas go.id, jumlah BSE sudah mencapai 927 buku. Rinciannya, 291 buku SD, 154 buku SMP, 276 buku SMA, 204 buku SMK, dan 2 buku bahasa.

Sumber: Kompas, 26 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan