-->

Kronik Toggle

'Kening', Novel Laris si Bawel Fitri Tropica

Jakarta – Melihat buku Kening karya Rakhmawati Fitri, pasti banyak yang bertanya siapa sih dia. Ya, penulis buku yang berstatus best seller itu adalah Fitri Tropica atau Fitrop yang dikenal sebagai presenter ngocol di layar kaca.

“Amazed banget, nggak nyangka dapat respons seperti ini,” ujar Fitrop kepada Tempo, Senin 15 Agustus 2011. Buku setebal 200 halaman ini diluncurkan pada akhir Juli 2011 lewat penerbit Terrantbooks. Kini di toko-toko buku Kening masuk dalam kategori limited stock atau terbatas.

Di jejaring sosial, tak kalah ramainya tanggapan terhadap buku Kening ini. Dengan mengklik tanda pagar #kening akan muncul semua komentar untuk buku dengan sampul muka bergambar poni rambut ini.

Seperti dari akun @DityaMbem: “awalnya gw kira ni buku lucu! Tp ternyata Hello Goodbye 1-6 ini sungguh mengharukan!”. Komentar juga disampaikan oleh akun @dendiriandi: “neng fitri,#Kening! nya keren bgt. Sisi lain dr seorang fitrop yg gak pernah terjamah media.”

Awalnya, kata Mojang Bandung ini, ada yang mau membaca bukunya saja sudah bersyukur. Tapi ternyata responsnya luar bisa. Sampai ada yang laporan sebelum membaca Kening, persiapan tisu dulu. Bahkan ada yang me-review dengan ungkapan Fitrop wrote her heart in this book. “Benar-benar di luar ekspektasi. Super-terharu,” ujar gadis 23 tahun ini.

Padahal, menurut Fitri, menulis bukan salah satu keahlian yang ia kenal. Semasa sekolah, tiap ujian bahasa Indonesia ia mengaku tak pernah beres untuk urusan mengarang. Ketika gurunya memberi tema mengarang untuk ujian yang serius, “Saya malah bikin cerita tentang alien dan monster. Karena waktu dan kertasnya nggak cukup, akhirnya karangannya nggak pernah utuh,” ujar Fitri

Maka kini setelah bukunya meledak Fitri merasa harus berterima kasih kepada tiga orang: Via dan Nita dari penerbit Terrantbooks serta Dyna, karib Fitrop. “Mereka yang ngotot mendorong saya menulis,” kata Fitri. Kini mengumpulkan bahan, merenung, mengolah dan menyajikan kata-kata sebagai sebuah masakan terlezat bernama buku menjadi bagian yang menakjubkan baginya.

Bagi penggemar tulisan Fitri, perlu bersabar untuk tulisan-tulisan selanjutnya. Soalnya ia tak menargetkan kapan melahirkan buku kedua. “Paling kalau lagi pengin baru nulis lagi,” ujar dia.

DIANING SARI

*) Tempointeraktif, 15 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan