-->

Kronik Toggle

Kaligrafi Merah Putih Terbesar di Indonesia Dibentang di Ubaya

Lukisan kaligrafi Merah Putih terbesar di Indonesia yang secara resmi diakui MURI (Museum Rekor Indonesia) dibentangkan di Kampus Ubaya, Rabu (24/8/2011) pukul 11.00WIB.

Kaligrafi ini dibentangkan para aktivis UKM Mapaus (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Surabaya) dari lantai 5 gedung Perpustakaan. Kaligrafi ini dibuat di atas kain vinil berukuran 16×6 meter bertulis “Bismillahirrahmanirrahim” yang dilukis dengan cat hitam.

Latar belakangnya warna merah dan putih, juga dilukis dengan cat. Pelukis kaligrafi ini adalah para mahasiswa dari Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Ubaya. Pembuatannya sekaligus pengajuan ke MURI untuk mendapatkan pengesahan sebagai kaligrafi bertuliskan “Bismillahirrahmanirrahim” terbesar memang dilakukan dua bulan lalu.

Namun surat pengesahan dari MURI dalam bentuk piagam yang ditandatangani Jaya Suprana baru turun bulan Agustus 2011 beberapa hari yang lalu. Piagam pengakuan itu bernomor 5049/R.MURI/VIII/2011 dengan kategori rekor Pembuatan Kaligrafi Arab Terbesar.

“Begitu pengakuan resmi dari MURI turun, kami langsung mengabarkannya kepada masyarakat melalui acara pembentangan ini. Sekaligus untuk memperingati HUT RI yang jatuh bersamaan dengan bulan Ramadhan,”kata Dika Bakti Prasetya Ketua UKKI Ubaya.

Kaligrafi Merah Putih ini dibentangkan ke dinding Gedung Perpustakaan dengan cara mengereknya dari halaman ke lantai 5. Sekitar 20 mahasiswa dikerahkan untuk menarik kaligrafi yang bobotnya puluhan kilogram itu sampai ke lantai 5, kemudian mengikatnya ke ujung gedung dengan tali, dan membeberkannya sehingga menutupi sekitar 3 lantai dari dinding gedung.

Seluruh prosesi ini memakan waktu sekitar 45 menit. Wibowo Mappatunru Ketua Mapaus mengatakan tidak ada kendala berarti dalam penggelaran tulisan Bismillahirrahmanirrahim ini.

Dika Bakti Prasetya menambahkan kaligrafi Merah Putih ini dibentangkan sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-66 dan bulan suci Ramadhan. Kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” yang dilukis di atas latar belakang warna merah-putih, menurut dia, merupakan simbol rasa syukur terhadap kemerdekaan yang tahun ini perayaannya bersamaan dengan umat muslim menjalankan ibadah puasa.

Mahasiswa Fakultas Farmasi ini berharap ucapan Bismillahirrahim ini memberi semangat baru untuk menjalani pribadi lebih baik pasca bulan suci Ramadhan.

“Pembentangan kaligrafi merah-putih ini juga merupakan pernyataan sikap kami terhadap kondisi bangsa yang terlihat carut marut. Kami mengajak semua komponen bangsa mengucap Bismillahirrahmanirrahim,lalu bekerja keras dan jujur untuk membenahi kondisi bangsa,”ujar Dika. (pri/tin)

*)Suarasurabaya.net 24 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan