-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Terakhir Juli 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah.

Shin Suikoden: Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air

Karya Eiji Yoshikawa

Resensi ditulis oleh N Mursidi

Dimuat KOMPAS, 31 Juli 2011

Kisah dalam novel ini, tak dapat dimungkiri, dibangun dengan setumpuk tokoh dan alur cerita yang cukup panjang dan berbelit. Tak salah jika satu tokoh dengan tokoh yang lain saling terkait karena memang latar belakang sebagian besar tokoh dalam cerita ini lahir di daerah tertentu dan klan yang beragam. Ujungnya, dalam setiap bab seolah cerita ini tidak memiliki benang merah dan nyaris tidak memiliki kaitan antara satu bab dan bab lain bahkan antara satu tokoh dan tokoh yang lain.  Meski begitu, tidak dapat ditepis bahwa di tangan Eiji Yoshikawa novel ini enak dibaca, mengalir, dan renyah.

Bayang-Bayang Tuhan: Agama dan Imajinasi

Karya Yasraf Amir Piliang

Resensi ditulis Dudi Sabil Iskandar

Dimuat KORAN TEMPO, 31 Juli 2011

Dalam konteks perubahan dramatis pola keberagamaan karena terpaan media massa, buku Bayang-Bayang Tuhan: Agama dan Imajinasi hadir dan menemukan momentumnya. Karya ini berangkat dari pernyataan kritis-radikal tentang pengaruh  terpaan media massa terhadap keberagaman seseorang. Bagaimana televisi bisa menyihir kesadaran keberagaman seseorang? Mengapa seseorang yang pada awalnya tidak menyukai baju koko, setelah melihat seorang ustad di televisi, mendadak menjadi gandrung akan baju koko? Bagaimana makna kesalehan dapat diproduksi di tengah komoditas?

Madre

Karya Dewi Lestari

Resensi ditulis Kika Dhersy Putri

Dimuat JAWA POS, 31 Juli 2011

Madre adalah buku sederhana tentang hal-hal sederhana di sekitar kita, tapi Dee memilih kata-kata luar biasa untuk ide-idenya. Madre bukanlah cerita tentang ibu, tapi cerita tentang biang roti, pemuda berdarah lintas ras India-China, totalitas dan pengabdian kepada pekerjaan, juga cinta lokasi sebagai bumbu. Layaknya karya-karya sebelumnya, Dee adalah maestro urusan diksi, visualisasi, dan happy ending.

Sebelas Patriot

Karya Andrea Hirata

Resensi ditulis Musyafak

Dimuat JAWA POS, 31 Juli 2011

Novel terbaru Andrea Hirata ini menguak  betapa riwayat sepak bola di negeri ini berpautan dengan sikap patriotik masyarakat pribumi. Olahraga yang paling digandrungi manusia sejagat itu mewadahi imajinasi persatuan dan rasa senasib sepenanggungan bangsa Indonesia.  Sebelas Patriot merupakan penanda yang memaknakan bahwa pesepak bola di negeri ini adalah para pahlawan di lapangan hijau, sebelas patriot itu menanggung martabat bangsa yang tak terperikan.

Pak Beye dan Keluarganya

Karya Wisnu Nugroho

Resensi ditulis Sudaryanto Spd

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 31 Juli 2011

Dibanding tiga buku pendahulunya, yakni Pak Beye dan Istananya, Pak Beye dan Politiknya, serta Pak Beye dan Kerabatnya, nuansa politik pada buku keempat ini lebih cair. Meski begitu, tidak terhindarkan pula saat harus membicarakan keluarga dan dinasti keluarga, khususnya menduga-duga siapa gerangan ‘putra mahkota’ yang dipersiapkan untuk menjaga keberlangsungan politik dan kekuasaan yang berada di tangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kepala keluarga. Selebihnya buku bertajuk Pak Beye dan Keluarganya ini lebih banyak bertutur mengenai kiprah keluarga (Bu Ani Yudhoyono, Mas Agus, serta istrinya) dan hal-hal kecil mengenai hobi serta kesukaan Susilo Bambang Yudhono sebagai kepala keluarga.

Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat

Karya James Marcus Bach

Resensi ditulis Sigit Setyawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 31 Juli 2011

Sebagai kunci keberhasilan, pendidikan memang berperan vital dalam suatu kemajuan bangsa dan negara terlebih Indonesia, yang hingga kini masih dalam proses berkembang. Tapi ironisnya masyarakat Indonesia masih terkungkung dalam keyakinan bahwa satu-satunya jalan sukses dan maju lewat sekolah dan ijazah. Pemahaman inilah yang dicoba luruskan oleh James Marcus Bach dalam bukunya yang berjudul Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat. Melalui buku ini, Bach Mengingatkan kembali bahwa memang ada orang-orang yang berpikir dengan cara yang berbeda. Ada orang-orang yang cocok dengan sekolah, tapi ada juga orang-orang yang tidak cocok dengan model sekolah.

Islamic Parenting

Karya M Fauzi Rachman

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 31 Juli 2011

Di buku setebal 134 halaman ini mengurai secara rinci tahapan yang dibutuhkan orang tua untuk mencetak anak-anak yang saleh. Tahapannya dari dasar, mulai dari penentuan pasangan hidup, lalu program kehamilan, melahirkan, perkembangan anak, masa prapendidik, pendidikan hingga faktor yang  mendukung pendidikan anak sehingga terbentuk anak saleh yang mandiri.

Cerita Azra: Biografi Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra

Karya Andina Dwifatma

Resensi ditulis Heri Priyatmoko

Dimuat SUARA MERDEKA, 31 Juli 2011

Karya setebal 248 halaman ini telah membuka apa yang ada di balik sosok Azyumardi Azra dalam perjalanan hidupnya. Azyumardi Azra merupakan pakar sejarah dan peradaban Islam dari Indonesia yang diakui oleh ilmuan dunia. Dialah satu-satunya orang Asia yang yang mengantongi gelar Commander of The British Empire pemberian Ratu Inggris atas kiprahnya menjungjung tinggi demokrasi serta mengampanyekan perdamaian lintas agama di jagat internasional. Buku berjudul Cerita Azra ini hadir mengungkapkan kehidupan Azra yang menyimpan aneka keunikan.

Kriminalisasi Berujung Monopoli

Karya Salamuddin Daeng, dkk

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat TRIBUN JOGJA, 31 Juli 2011

Buku ini menguraikan secara rinci kasus komoditi tembakau dan rokok, serta kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia yang sering tunduk kepada desakan luar. Bahkan, kadangkala pemerintah mengeluarkan alasan yang justru sangat merendahkan martabat dan kedaulatan bangsa. Penulis mengatakan, industri  tembakau merupakan penyumbang pendapatan negara baik di negara berkembang maupun negara maju. (Aya Hidayah/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan