-->

Kronik Toggle

Jubir Bantah Coco Chanel Jadi Mata-mata Nazi

Jakarta – Setelah dikatakan sebagai pengguna narkoba dan biseksual, Coco Chanel juga diklaim pernah menjadi mata-mata Nazi pada saat perang dunia. Ia pun membatahnya.

Juru bicara dari rumah mode Chanel telah membantah pernyataan yang terdapat dalam buku yang berjudul ‘Sleeping with the Enemy: Coco Chanel’s Secret War’ karya Hal Vaughan. Buku tersebut mengklaim bahwa Coco Chanel merupakan orang yang rasis dan pernah bekerja untuk Nazi selama perang dunia kedua.

“Sindiran seperti itu sangat tidak masuk akal. Dia (Coco Chanel) memiliki hubungan yang erat dengan beberapa orang Yahudi, ia juga merupakan teman dekat dan mitra kerja dari keluarga Rothschild, fotografer Irving Penn atau penulis asal Prancis ternama Joseph Kessel,” ujar juru bicara, seperti yang dikutip dari Vogue.

“Tidak ada orang yang tahu dengan pasti apa yang terjadi dan bagaimana kehidupannya (Coco Chanel). Terdapat banyak versi yang berbeda-beda dan itu akan tetap menjadi misteri,” tambahnya.

Menurut sang juru bicara, ada lebih dari 57 buku yang menceritakan kehidupan Gabrielle Chanel (nama asli Coco Chanel). Jadi untuk memutuskan mana buku yang benar, juru bicara menyarankan agar berkonsultasi terlebih dahulu agar menemukan buku dengan data yang paling akurat.

Buku tersebut juga mengklaim bahwa Coco Chanel pernah menjalin cinta dengan Baron Hans Gunther von Dincklage, seorang pria yang disebut sebagai tangan kanan Hitler. Kali ini pernyataan itu tidak dibantah oleh juru bicaranya.

“Kami semua tahu pasti bahwa ia memiliki hubungan selama perang dengan bangsawan Jerman yang ditemuinya di Paris pada tahun 30-an. Waktu itu asmaranya tidak berakhir bahagia dan hubungan mereka dimulai sebelum perang,” jelasnya.

‘Sleeping with the Enemy: Coco Chanel’s Secret War’ bukanlah satu-satunya buku yang mengatakan bahwa penemu rumah mode Chanel ini menjalin hubungan dengan anggota Nazi. Sebelumnya, dalam buku ‘Coco Chanel: An Intimate Life’ karya Lisa Chaney bahkan mengungkap sisi lain Coco Chanel yang tak kalah kelam. Dalam buku itu, ia dilaporkan pernah menjadi pecandu narkoba dan seorang biseksual. Baca berita selengkapnya di sini.

(eya/eya)

*)www.wolipop.com, 22 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan