-->

Kronik Toggle

Bulan Puasa, Penjualan Al-Quran Saku Laris

Bandung – Penjualan kitab suci Al-Quran di Pasar Buku Palasari, Bandung, Jawa Barat, meningkat sejak awal puasa lalu. Jenis Al-Quran saku paling banyak terjual. Namun, Al-Quran model baru tetap jadi incaran.

Sejumlah pedagang di Pasar Buku Palasari mengatakan pembelian Al-Quran pada bulan puasa kali ini lebih menonjol. Tahun lalu jumlah penjualannya terbagi dengan buku-buku bacaan tentang Islam. “Tahun ini nggak ada judul buku Islam yang baru, apalagi yang jadi terkenal,” kata Ahmad Nabhan Rizza, pemilik Toko Buku Kudus Baitti Janati, saat ditemui Tempo, Jumat, 5 Agustus 2011.

Dibanding hari biasa, omzet penjualannya di awal bulan puasa ini menjadi tiga kali lipat. Setiap hari rata-rata terjual lebih dari 100 eksemplar buku berupa Al-Quran, tafsir, dan terjemahan. Al-Quran saku yang paling lari., “Karena sekolah sekarang mewajibkan muridnya membawa dan membaca Al-Quran,” ujarnya.

Adapun di Toko Buku Risallah pembelian Al-Quran menggeser buku-buku motivasi seperti buku bisnis Islami oleh Ipho Santoso yang marak selama sebulan sebelum puasa. Menurut pemilik Toko Undang Wahyu, jenis Al-Quran model baru kini sedang bersaing dengan harga ketat.

Sejak buku Al-Quran berjudul Miracle the Reference diterbitkan Sammil Al-Quran tiga tahun lalu, kata dia, buku-buku Al-Quran sejenis banyak dimunculkan berbagai penerbit. Harganya bersaing hingga sangat miring.

Miracle the Reference tak seperti kitab suci konvensional. Di dalam buku yang cukup tebal dan lebar itu Al-Quran dilengkapi dengan 22 keunggulan seperti tajwid atau cara membaca kitab suci, tafsir, terjemahan, dan hadis terkait.

Buku seharga Rp 330 ribu itu juga dilengkapi peta perjalanan siar agama Islam dan cakram padat. Benda itu seperti menggantikan peran ustad yang mengajarkan cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar. “Ada warna-warna pembeda bacaan di tiap halaman surat Al-Quran,” katanya.

Penjualan Al-Quran, juga buku tafsir Quraish Shihab, di tokonya mencapai 200 buku setiap hari. Al-Quran model baru itu ada juga yang dibanderol Rp 100 ribu. Di Pasar Buku Palasari yang terkenal karena harga murahnya itu potongan harga buku masih berlaku 20-30 persen.

ANWAR SISWADI

*)Tempointeraktif, 6 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan