-->

Kronik Toggle

Anak Medan Ciptakan Jejaring Sosial Penulis

MEDAN–Satu karya di bidang teknologi informasi telah diciptakan anak negeri. Sebuah situs penulisan pertama dengan konsep jejaring sosial diciptakan oleh dua anak Kota Medan lulusan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Palit Hanafi Lubis dan Bambang Saswanda.
“Situs ini telah diperkenalkan pada masyarakat pada Mei 2011 dengan nama www.letterater.com. Ide Letterater terbentuk ketika sang penggagas melihat begitu banyaknya karya tulisan indah berbentuk puisi dan cerpen yang dibuat oleh anak negeri di situs jejaring sosial terbesar dunia saat ini,” kata Bambang kepada wartawan di Medan, Jumat (12/8).

Melalui konsep jejaring sosial, katanya, awalnya sebagai media untuk menempatkan puisi dan cerpen. Lambat laun, ucapnya, ide terus dikembangkan, lingkup penulisan juga semakin diluaskan, penggagas menambahkan kolom untuk penulisan catatan harian/jurnal. “Akhirnya terciptalah Letterater, sebuah media yang memfasilitasi kegiatan tulis-menulis penggunanya,” ujarnya.

Letterater, lanjutnya, hadir dengan menggabungkan beberapa konsep jejaring sosial yang sudah ada, seperti Facebook, Twitter dan blog.

Setelah konsep terbentuk, Bambang dan Palit melibatkan tiga orang lainnya dalam proses penggarapan skema website, Bambang Riyanto dan Rodhiah yang juga merupakan mahasiswa FIB USU dan Yosua Jurusan Komputer Kampus IBBI Medan.

“Jadi sebenarnya Letterater ini adalah sebuah konsep baru yang belum pernah ada. Kami menyediakan tempat dan mengapresiasi penulis untuk membagikan karyanya. Dan yang terpenting, kami juga menggerakkan pengguna internet Indonesia agar lebih bangga menggunakan hasil karya anak bangsa sendiri,” terang Bambang Saswanda.

Selan itu, Palit menambahkan, sebagai contoh, berdasarkan data riset peringkat pengguna Facebook, Indonesia menempati posisi ke dua di seluruh dunia. Artinya Indonesia merupakan negara peringkat kedua yang telah menyumbangkan kontribusi besar pada pihak Facebook, yang merupakan pihak asing.

“Nah, di sini kita bisa mengukur bahwa sudah banyak masyarakat Indonesia yang mulai melek media, tapi akan lebih bagus jika media-media yang digunakan merupakan hasil karya bangsa sendiri, dan masyarakat akan lebih banyak berkontribusi untuk negara sendiri,” lanjut Palit.

Semenjak April 2011 saat letterater mulai diperkenalkan pada publik, hingga saat ini tercatat sudah lebih 500 orang yang terdaftar sebagai member dan sebanyak 1.000-an karya yang dihasilkan. (ramita harja)

Sumber: Portal medanbisnisdaily.com, posting 13 Agustus 2011

1 Comment

dila riskita - 21. Jan, 2013 -

,ide cemerlang. semoga melalui situs ini kita para pemuda dapat menyalurkan inspirasi melalui tulisan-tulisan yang bermakna karena menulis itu lebih baik dan faktanya tulisan itu abadi.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan