-->

Kronik Toggle

Tunanetra Minta Pemda Tak Diskriminasi Hak Perpustakaan

KEDIRI— Para penyandang cacat di daerah belum mendapatkan pembelaan dari pemerintah daerah terkait dengan kebijakan publiknya, termasuk penyandang tunanetra, yang belum dapat sepenuhnya menikmati perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Suharmaji, Ketua Perhimpunan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jawa Timur pada saat menghadiri musyawarah cabang pemilihan Ketua Pertuni Kediri di Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Selasa (12/7/2011).

Ia mencontohkan, penyandang keterbatasan penglihatan di beberapa daerah masih kesulitan mengakses informasi melalui perpustakaan daerah yang ada. Pasalnya, perpustakaan tersebut tidak mempunyai fasilitas khusus bagi kaum difable ini. Tidak hanya perpustakaan, sanggar belajar juga masih terbatas.

“Kalau di kota besar, perpustakaannya sudah dilengkapi komputer khusus untuk tunanetra, misalnya Surabaya. Ini yang kami harap dapat dicontoh daerah lain sehingga teknologi juga dapat kami nikmati,” kata Suharmaji.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah juga memberikan hak terhadap mereka sebagaimana masyarakat umum lainnya. Selain itu, meskipun mempunyai keterbatasan, menurutnya, mereka juga mempunyai potensi yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

*) Sumber: Portal berita Kompas.com, 13 Juli 2011

**) Judul asli: “Tunanetra Minta Pemda Tak Diskriminatif”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan