-->

Kronik Toggle

Tingkat Kunjungan ke Perpustakaan Rendah

SEMARANG: Pustakawan Universitas Gadjah Mada, Lasa HS menyatakan pengunjung Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah di seluruh Indonesia relatif rendah.

“Tampaknya membaca dan akses informasi belum dirasakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Hanya 10 hingga 20 persen dari jumlah pengunjung yang datang meminjam buku,” katanya usai mengisi acara “Seminar Peran Perpustakaan dalam Menigkatkan Mutu Pendidikan”, di Semarang, Sabtu (2/7).

Ia mengatakan, hal tersebut dipengaruhi oleh budaya mendengarkan, menonton, serta berbicara yang masih kental dalam masyarakat Indonesia. “Masyarakat Indonesia lebih suka bercerita dibandingkan dengan membaca, gejala ini tidak lepas dari kebiasaan masa lalu di mana tradisi lisan masih menguasai Indonesia,” katanya.

Ia juga menyayangkan banyaknya jumlah tenaga pendidikan baik guru maupun dosen yang belum memanfaatkan perpustakaan secara optimal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa daerah di Jawa Tengah, hanya 4,6 persen guru yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah, 58,5 persen tidak pernah memanfaatkan perpustakaan, dan sisanya jarang.

“Kurangnya kesadaran pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat umum masih bisa dipahami, namun jika dilakukan oleh tenaga pendidikan menjadi suatu keprihatinan tersendiri,” katanya.

Maka dari itu, ia mengatakan perlunya pengelolaan perpustakaan secara profesional dalam upaya sosialisasi pemanfaatannya kepada masyarakat. “Hal itu untuk mendorong terciptanya masyarakat agar “melek” informasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Sumber: Portal Media Indonesia, 2 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan