-->

Kronik Toggle

Tahun Ajaran Baru, Berarti Saat Panen Rejeki Baru

Bagi Sugiono, 43 tahun, satu diantara penjual buku bekas di Kampoeng Ilmu, memasuki tahun ajaran baru atau tahun pelajaran baru sama artinya dengan hadirnya rejeki baru.

“Setiap tahun, yang paling ramai memang pada saat bersamaan dengan dimulainya tahun pelajaran baru. Penjualan, terutama penjualan buku pelajaran sekolah naik sampai lebih 100%,” terang Sugiono.

Oleh karena itu, tiap kali dimulainya tahun ajaran baru, itu sama artinya bagi Sugiono adalah dimulainya menikmati rejeki baru, sehingga pekerjaanpun dipastikan bakal lebih banyak dan repot.

Tidak jauh berbeda, Sri Suryanti, 34 tahun, yang juga satu diantara penjual buku bekas di Kampoeng Ilmu kawasan Jl. Semarang, Surabaya mengakui naiknya omset penjualan memasuki tahun ajaran baru.

“Kalau tahun ajaranbaru biasanya memang penjualan banyak dibandingkandenganhari-hari biasa. Karena itu, kita juga punya jam buka kios sampai sore,” kata Sri Suryanti ketika ditemui suarasurabaya.net, di kiosnya, Rabu (20/7/2011).

Rata-rata, dalam sehari, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru, penjualan buku pelajaran mencapai antara 300 ribu rupiah sampai dengan 400 ribu dalam sehari. Padahal pada hari biasa, penjualan buku pelajaran tak lebih dari Rp 100.000,-.

“Dari tahun ketahun, kondisinya memang seperti itu. Masing-masing kios mengalami panen pendapatan setiap kali dimulainya tahun pelajaran baru. Kepada pedagang kami memang imbau agar menyediakan buku-buku pelajaran yang baru maupun bekas,” papar Budi Santoso koodinator pedagang buku bekas di Kampoeng Ilmu Surabaya.

Budi juga menambahkan bahwa omset penjualan buku pelajaran di Kampoeng Ilmu yang dikenal sebagai sentra buku bekas terus mengalami peningkatan. “Pedagang menikmati panen disaat tahun ajaran baru memang,” tuntas Budi Santoso pada suarasurabaya.net, Rabu (20/7/2011).(tok

*)Suarasurabaya,20 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan