-->

Kronik Toggle

"Surat Berdarah" dari TKI buat SBY

SURABAYA— Sebuah buku berjudul Surat Berdarah untuk Presiden karya seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hongkong, Jala Dara, dikirim kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Gubernur Jatim Soekarwo. Buku itu merupakan kumpulan surat keluh kesah TKI yang hidup di negeri orang yang jauh dari perlindungan hukum negara asal.

Karena hari itu tidak dapat menemui Gubernur Soekarwo, buku yang dikirim LSM Migrant Institute itu terpaksa dititipkan kepada seorang petugas di Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (1/7/2011).

Buku setebal 500 halaman itu berisi 30 tulisan keluh kesah TKI di luar negeri yang menderita karena tekanan majikan. “Saat mereka tertekan, mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menulis surat,” kata Direktur Program Migrant Institute, Ali Yasin.

Salah satu tulisan di buku itu mengisahkan seorang TKI asal Kediri, Rosminah (20), yang meninggal karena digigit anjing majikannya setelah tiga hari dihukum tanpa makan dan minum. Selain kisah Rosminah, banyak kisah lain seperti TKW korban pemerkosaan majikan, korban pemerasan oknum di bandara, serta korban penipuan PJTKI.

Ali berharap, melalui buku itu, setidaknya Presiden SBY dapat merasakan penderitaan TKI di luar negeri yang jauh dari perlindungan pemerintah negara asal. “Kami hanya ingin menunjukkan bahwa permasalahan TKI di luar negeri tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengirim satgas, masalah TKI harus langsung ditangani Kepala Negara,” katanya.

Selain buku Surat Berdarah untuk Presiden, LSM yang fokus pada perlindungan dan pemberdayaan buruh migran itu juga menitipkan buku berjudul Kepada yang Terhormat Presiden RI karya seorang novelis, Pipit Senja. Buku itu juga mengisahkan cerita TKI di luar negeri, tetapi dengan bahasa sastra yang sangat dominan.

Sumber: Portal Berita Kompas.com, 2 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan