-->

Resensi Toggle

Sepekan Resensi Blog Buku Pekan Pertama Juli 2011

Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL dan dibacakan Ardyan M Erlangga.

Dan Hujan pun berhenti
Karya: Farida Susanty
Dimuat di blog : It’s time to Read http://miss-bibliophile.blogspot.com/
Diposkan tgl 4 Juli 2011

Bagaimana jadinya jika orang-orang yang seharusnya kamu percayai berkhianat kepadamu?Mengkhianati seluruh kepercayaan yang kamu bangun dan menelantarkannya hingga membuatmu terpuruk? Begitulah setidaknya yang dialami Leostrada, blasteran Indonesia-Jepang yang menjadi kisah novel ini. Alur ceritanya yang kelam dan kompleks tapi terjalin rapi hingga akhir. Alur cerita yang tidak biasa dan menjadi terobosan yang mencengangkan di antara kerumunan teenlit yang menawarkan cerita cinta. Hal itu juga itu tidak dipungkiri mengingat penulis ini tampaknya mengadakan riset panjang, termasuk untuk pendalaman karakter Leo,dan juga menciptakan rangka cerita yang tidak terkesan dangkal.

Theodore Boone: The Abduction (Penculikan)
Kayra: John Grisham
Dimuat di blog “Lemari Bukuku” http://lemari-buku-ku.blogspot.com/
Diposkan tgl 4 Juli 2011

Theodore Boone atau Theo kembali disibukkan dengan sebuah peristiwa hukum yang kali ini melibatkan sahabatnya sendiri. Di buku sebelumnya, sudah diceritakan bahwa Theo bersahabat dengan April Finnmore. Dan pada suatu hari April menghilang, diduga diculik oleh orang yang ia kenal. Ada petunjuk bahwa April sering berkirim surat dengan sepupu jauhnya, seorang pelarian tahanan bernama Jack Lepper. Tuduhan utama pun tertuju pada Jack Lepper. Theo lalu mengerahkan teman-temannya, membentuk regu pencarian April. berkat kecanggihan teknologi, kepintaran Theo, akhirnya ia berhasil mendapatkan sebuah titik terang tentang kemungkinan di mana April berada. Di buku ini, pembaca bisa merasakan emosi Theodore Boone. Tapi, cerita tentang Theo yang jadi ‘pengacara’ yang berurusan dengan Pengadilan Hewan, rasanya gak perlu diulang lagi di buku kedua ini. Karena kesannya hanya sebagai ‘sisipan’. Kenapa gak diceritain Theo yang berusaha ‘memecahkan’ kasus yang lebih ‘menantang’.

Anak Kos Dodol Tamat
Karya: Dewi “Dedew” Rieka
Dimuat di blog Dear Readers “http://floriayasmin.blogspot.com/
Diposkan: 2 Juli 2011

Salah satu buku ‘dodol’ yang menarik perhatian dari remaja sampai orang kantoran adalah Anak Kos Dodol (AKD). Ditengah maraknya buku bergenre serupa, AKD tetap mempunyai tempat tersendiri dihati pembacanya.
Sama seperti AKD-AKD sebelumnya, Dedew masih menggunakan gaya penceritaan yang khas. Tidak baku, tetapi santai khas anak muda. Ia menuturkan kisah yang dialaminya sewaktu masih kuliah di Yogya. Di Yogya, ia ngekos bareng anak-anak dodol lainnya di Puri Cantika 2. Di sinilah Dedew menemukan ‘jati dirinya’ yang awalnya kurang pede menjadi narsis.

kicau-kacauKicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
Karya: Indra Herlambang
Dimuat di blog Nania Mini Library http://nanniaminilibrary.blogspot.com/
Diposkan: 2 Juli 2011

Di buku ini Indra ‘berkicau’ tentang bermacam hal dengan bahasa anak muda yang renyah tapi ternyata selain mampu mebuat tersenyum, tertawa juga menyentil,menyentuh emosi dan mengingatkan pembacanya.
Buku ini dibagi dalam 4 kelompok yaitu Kicauan Tentang Gaya Hidup, Hidup Gaya, dan Hidup enggak ya,
Kicauan tentang Single, In Relationship, atau It’ Complicated, Kicauan Tentang jakarta, Indonesia, dan Kesehatan Jiwa, Kicauan tentang Keluarga. Semua tulisan diawali dengan Status Twitter, ada yang mengena, ada yang lucu, ada juga yang tidak nyambung, dan ditutup dengan kata-kata yang membuat kita terharu,berpikir, merenung atau biasa saja.

Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia
karya Henk Schulte Nordholt, Bambang Purwanto, Ratna Saptari
Dimuat di blog Fans Berat Buku http://fansberatbuku.blogspot.com/
Diposkan: 1 Juli 2011

Cukup sering bukan kita mendengar frase Alex Haley yang menulis “Sejarah adalah milik mereka yang menang (History is written by the winners)”? Hampir selalu malah terdengar ini di forum pembahasan mengenai sejarah. Historiografi Indonesia adalah salah satunya. Saat rezim berganti semua berebut menyatakan kebenaran. Kontestasi menuju siapa yang menang dan berhak menulis sejarah pasti seru untuk diamati. Hilmar Farid misalnya, menulis tentang peranan Pramoedya dalam mendekonstruksi sejarah bangsa lewat novel-novelnya. Harry Poeze mengangkat persoalan lain yang semangatnya sama: menggugat sejarah yang sudah dituliskan saat ini. Atau kita sedang mengamini perkataan David McCullough untuk menjadi bangsa pelupa.

Room

Karya Emma Donoghue
Dimuat di blog My Book Review Corner http://annisaanggiana.wordpress.com/
Diposkan: 3 Juli 2011

Seorang remaja perempuan diculik ketika berumur 19 tahun. Pria penculik tersebut mengurung dirinya di sebuah kamar yang berada di ruangan bawah tanah. Kamar tersebut dilengkapi dengan pintu yang hanya bisa dibuka dengan password sang penculik. Di tahun kedua penahanannya perampuan tersebut melahirkan anak, di ruangan bawah tanah tersebut, sendirian. Anak itu dinamainya Jack. Lima tahun kemudian melalui mata Jack-lah cerita ini dinarasikan. Dalam dunia Jack hanya ada dirinya dan Ma. Jack sama sekali tidak mengetahui apa pun di luar dunia yang mereka namakan Room. Walaupun Room dilengkapi dengan TV namun Ma mengatakan bahwa segala sesuatu yang mereka lihat di TV hanyalah gambar dan tidak nyata. Di luar Room hanya ada Outerspace. Yang istimewa dari buku ini adalah bagaimana Emma Donoghue menceritakannya dari sudut pandang seorang anak berusia 5 tahun. Jack yang lovable. Narasinya begitu nyata dan khas anak kecil.

Incognito
Karya: Windy Puspitadhewi
Dimuat di Blog: Story Eaters Tales http://junareanto.com/
Diposkan: 1 Juli 2011

Erik dan Sisca tak pernah membayangkan mereka bisa berpetualang seperti cerita di buku-buku yang mereka baca. Sejak pertemuan mereka dengan Carl, cowok berkebangsaan Belanda dari masa lampau, yang secara mendadak muncul dan menyeret mereka secara tak sengaja dalam petualangan waktu–Carl memiliki mesin waktu berbentuk jam. Namun sayangnya, mereka tidak bisa memilih dimana dan kapan mereka bisa “melompat”. Mereka bertemu tokoh-tokoh terkenal. Bertemu Archimedes Huckleberry Finn, Charles Darwin hingga Musashi yang hendak melakukan pertarungan bersejarahnya. Termasuk ketika Erik nyaris terhapus dari sejarah karena secara tak sengaja Carl ikut campur dalam proses percintaan orang tuanya.
Booklovers, ini adalah novel teenlit Indonesia yang masuk daftar atas novel yang pantas difavoritkan. Namun ada beberapa hal yang cukup mengganggu. Pertama, kurangnya porsi dari ceritanya. Terlalu cepat sekali waktu melompatnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua, pembaca hanya disuguhi sebuah bacaan ‘penglihatan’ bukan bacaan ‘yang dirasakan’. Ketiga, sifat tegas Erik. Sifat Erik yang simple, tegas dan langsung kesasaran merupakan daya tarik tersendiri di novel ini. Ke-4, bahasa-bahasa yang digunakan oleh penulisnya. (Tanzil/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan