-->

Kronik Toggle

Sekolah jualan buku, wali murid di Purworejo resah

PURWOREJO—Meskipun pemerintah memberikan dana BOS (biaya operasional sekolah) untuk seluruh sekolah, faktanya sejumlah sekolah dasar di Purworejo masih berjualan buku pelajaran. Warga pun mempertanyakan kebijakan tersebut.

Aminah (nama samaran) misalnya, wali murid SD Pangenjurutengah 1, memprotes kebijakan sekolah yang melakukan praktik jual buku pelajaran. Padahal, kata dia, sesuai instruksi Dinas P dan K Purworejo, sekolah dasar dilarang menjual buku. “Tapi praktiknya, di SD Pangenjurutengah 1, sekolah nyambi buku,” jelasnya saat dihubungi Harian Jogja, Sabtu (23/7).

Dia mengakui, sekolah tidak mewajibkan orang tua membeli buku yang dimaksud. Selain itu, orang tua juga bisa mencicil pembelian buku. “Hanya saja, kalau setiap hari anak selalu dibebani PR dengan buku umum itu, sampai di rumah anak selalu ribut dan akhirnya terpaksa membeli,” tandasnya.

Terkait hal itu, Septio salah seorang guru di SD Pangenjurutengah 1, mengakui jika sekolah menganjurkan agar orang tua membelikan anaknya buku pelajaran yang disarankan sekolah. “Itu tidak diwajibkan hanya dianjurkan. Tujuannya adalah untuk memperkaya wawasan siswa. Sebagai tambahan referensi saja,” akunya kepada Harian Jogja.

Ditengarai, praktik serupa juga dilakukan di hampir semua sekolah di Purworejo. Sofie, misalnya, wali murid kelas II di SD Ngupasan, mengakui jika sekolah juga menjual buku pelajaran. Begitu juga pengakuan Mulyadi, wali murid kelas II di SD Ngupasan. Meski pihak sekolah tidak memaksa harus membeli buku, namun para orang tua dengan kesadaran sendiri membeli buku tersebut.

“Bagi yang kurang mampu malah digratiskan. Tapi yang mampu bisa beli, boleh dicicil kok,” kata Sofie saat ditemui Harian Jogja di halaman SD Ngupasan, Jum’at (22/7) kemarin. (Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)

Foto Ilustrasi

*)Harianjogja,23 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan