-->

Kronik Toggle

Perpustakaan Taman Budaya Bali Tak Terurus

DENPASAR – Kondisi perpustakaan di Taman Budaya Provinsi Bali sangat memprihatinkan, akibat tidak terurus secara baik.

“Kasihan perpustakaan Taman Budaya Bali ini dibiarkan begitu saja, padahal koleksi buku-buku yang dipajang cukup beragam. Kelihatannya pegawai Taman Budaya tidak mau menata buku tersebut,” kata Budarsana, seorang pengunjung perpustakaan itu di Denpasar, Minggu (26/2011).

Ia mengatakan, lokasi perpustakaan ini cukup strategis yakni di sebelah timur “kalangan” (panggung) Ayodya yang biasa dijadikan tempat pertunjukan berbagai kesenian pada kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Tempatnya cukup strategis, namun penataan bukunya yang tidak terurus sehingga masyarakat enggan mengunjungi perpustakaan tersebut,” ujar Budarsana yang hobi membaca dan menulis artikel itu.

Bahkan di lantai bawah, kata dia, ribuan buku dengan berbagai jenis bacaan tergeletak begitu saja, sehingga rusak dimakan rayap.

Clart Fhilip, wisatawan asal Australia menambahkan, pihaknya ingin melihat koleksi perpustakaan tersebut untuk mencari referensi mengenai seni dan budaya Pulau Bali.

“Saya kepingin baca buku di perpustakaan tersebut yang mengoleksi buku-buku seni dan budaya Pulau Dewata. Tapi sayang tidak terurus dengan baik dan tempatnya kurang nyaman,” ucapnya.

Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali Ketut Mantara Gandi mengakui, perpustakaan yang dikelolanya belum tertata dengan baik, karena tidak memiliki tenaga pustakawan.

“Kami tidak memiliki pegawai pustakawan. Yang jaga setiap hari hanya staf pegawai Taman Budaya,” katanya.

Ia mengatakan, di perpustakaan tersebut sebelumnya memang ada pustakawan yang mengelola. Namun sejak ditarik kembali pegawai itu ke Badan Perpustakaan Daerah Bali, otomatis tidak ada yang mengurus tempat tersebut.

“Biar ada yang menjaga perpustakaan itu, kami terpaksa menempatkan seorang staf pegawai Taman Budaya,” ujar pria asal Desa Jagapati, Kabupaten Badung itu.

Namun demikian, kata dia, pihaknya akan segera kembali menata perpustakaan tersebut, termasuk juga mengusulkan kepada Gubernur Bali agar menempatkan seorang pustakawan di perpustakaan yang banyak dikunjungi wisatawan itu,” kata Mantara Gandi.

Sumber: Portal berita Kompas.com, 26 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan