-->

Kronik Toggle

PD Merasa Tak Perlu Buat Buku Tandingan 'Cikeas Kian Menggurita'

Jakarta – George Junus Aditjondro kembali menulis buku yang menyentil Cikeas, simbol Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Namun PD tak berencana meluncurkan buku tandingan.

“Kita tidak perlu mengeluarkan buku tandingan. Bukunya George itu sudah sampah, masyarakat tidak akan percaya,” kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan kepada detikcom, Kamis (7/7/2011).

Menurut Ramadhan masyarakat sudah bisa memilah mana buku yang dihasilkan dengan metode ilmiah dan mana yang bukan. Dan buku George, lanjut Pohan, tidak dihasilkan dari sebuah kajian ilmiah yang bisa dipercaya.

“Kalau bukunya ilmiah ya wajar ditanggapi. Tapi itu kan buku sampah, masak ditanggapi. Soal kasus hukum yang dia pertanyakan itu kan sedang berjalan, di sini kan hukum itu independen tak ada yang bisa mengintervensi hukum. Tapi memang yang namanya orang cari makan itu kan macam-macam,” kata politikus yang pernah berseteru dengan George ini.

George kembali menerbitkan buku dengan judul ‘Cikeas Kian Menggurita’. Buku setebal 203 halaman itu telah dipersiapkan oleh George sejak setahun lalu. Buku tersebut berisi enam bab yang diawali sebuah kata pengantar yang ditulis oleh George sendiri.

Bab pertama mengenai terbukanya Kotak Pandora. Bab kedua Oligarki ekonomi, jejaring (cabal) ekonomi politik. Bab ketiga, skandal Bailout Bank Century. Bab keempat mengenai pelanggaran-pelanggaran Pemilu. Bab kelima kesimpulan dan bab terakhir atau keenam diberi judul ‘So What’.

“Di bab empat ini yang jadi inti seluruh buku ini,” kata George dalam acara peluncuran buku yang digelar di Kantor Penerbit Galang Press di Jl Mawar Tengah, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (7/7).

Dalam penulisannya George menggunakan metode riset triangulasi yakni metode riset melalui studi pustaka, menemukan kliping-kliping koran yang relevan. Selanjutnya surfing di internet untuk menemukan berita-berita lama maupun berita terbaru tentang topik yang diteliti.

Selain itu George juga melakukan wawancara dengan para pakar dan informan tentang topik yang diteliti termasuk meneliti buku-buku sekolah gratis yang bergambar SBY dan salah seorang anggota DPR RI. Menurutnya buku ini sekaligus menjawab banyak pihak yang meragukan metodologinya.

(adi/rdf)

*) detiknews, 7 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan