-->

Kronik Toggle

Minat Baca Masyarakat Sumut Hanya 1%

MEDAN: Dari 2 juta jumlah penduduk di Sumut,  hanya 1% saja jumlah yang memiliki minat baca dengan Badan  Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Sumatera Utara (BPAD  Sumut) sebagai acuan.

Hal itu diungkapkan Ketua TP PKK Propinsi Sumatera  Utara (Propsu), Sutias Hadnayani Gatot Pujo Nugroho saat  Seminar BPAD Dalam Peningkatan Minat Baca dan Pembinaan  Perpustakaan di Aula BPAD, Jalan Brigjen Katamso, Selasa  (28/6).

“Secara internasional, berdasar hasil surevi UNESCO,  minat baca masyarakat Indonesia paling rendah di ASEAN.  Sementara menurut survei yang dilakukan terhadap 39 negara,  Indonesia menempati urutan 38,” ujarnya.

Menurutnya penyebab rendahnya minat baca disebabkan  kebanyakan Sekolah Dasar (SD) yang berjumlah 155 ribu tidak  memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai. Dia mengatakan  buku-buku baik buku pelajaran dan bacaan umum tidak  terkoleksi secara lengkap, bahkan banyak SD yang tidak  memiliki ruangan khusus untuk perpustakaan dan tidak memiliki  petugas khusus untuk mengelola perpustakaan.

Faktor lain penyebab rendahnya minat baca, lanjutnya,  sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat pelajar atau  mahasiswa harus membaca buku, mencari, dan menentukan  informasi lebih dari sumber yang diajarkan di sekolah.

“Guru atau dosen jarang memberi tugas yang membuat  anak didik harus mencari informasi di perpustakaan. Pengaruh  budaya dengar, tonton, dan media elektronik yang berkembang  pesat,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Sutias juga mengatakan kebiasaan  orangtua di rumah juga belum memotivasi anak-anak untuk gemar  membaca, kurang tersedianya bahan bacaan yang sesuai dengan  usia anak-anak, kurang tersedianya buku-buku yang berkualitas  dengan harga yang terjangkau, dan minimnya perpustakaan di  tempat-tempat umum yang mudah dijangkau.

Menurutnya, upaya menumbuhkan motivasi membaca dapat  bersumber dari empat dimensi manusia yakni mental, emosional,  spiritual, dan fisik. “Yang terpenting adalah penyadaran  dimana proses membuat orang sadar atas jalan untuk berusaha  mengubahnya. Pada dasarnya masnusia memiliki kemampuan  memotivasi diri untuk membaca yang tidak terbatas,” jelasnya.

Sekretaris BPAD, Candra Silalahi menyebutkan dilihat  dari tahun 2008 sampai 2010, tingkat kunjungan masyarakat ke  perpustakaan dearah Sumut terus bertambah seiring  bertambahnya jumlah keanggoataan.

Dia mengatakan pada 2008 tingkat kunjungan mencapai  283.505 orang, pada 2009 sebanyak 433.812 orang, dan 2010  mencapai 589.553 orang. Begitupula dengan jumlah keanggotaan,  kata Chandra, pada 2008 tercatat 4.303 orang, pada 2009  sebanyak 5.775 orang, dan 2010 naik menjadi 7.181 orang.(aje)

Sumber: Portal berita Beritasore.com, 30 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan