-->

Kronik Toggle

Jaga Tradisi, Publikasikan Buku Pepatah

TASIKMALAYA— Disbudpar Provinsi Jawa Barat telah melakukan pengumpulan pepatah Sunda yang mengandung makna kehidupan manusia untuk dipublikasikan melalui media massa agar diketahui seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

“Kita mau memunculkan dan menyampaikan pepatah kebijakan yang kita (Sunda) miliki sekaligus dalam memelihara budaya dan tradisi adat kita,” kata Kepala Disbudpar Jawa Barat, Herdiwan, saat menggelar pertemuan tokoh adat di aula Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu.

Berbagai pepatah Sunda yang dimiliki masyarakat Jawa Barat, kata Herdiwan, memiliki nilai yang luhur untuk melindungi dan melestarikan kearifan masyarakat Jawa Barat.

Setelah pepatah Sunda seluruhnya terkumpul, kata Herdiwan, selanjutnya akan dipublikasikan melalui media massa agar dapat diketahui dan dibaca oleh banyak orang di wilayah Jawa Barat.

“Tahun sekarang (2011) sesudah Lebaran (Idul Fitri) pepatah akan disiarkan melalui media berikut artinya, mudah-mudahan dibaca bahwa kita itu punya pepatah,” katanya.

Rencana memublikasikan pepatah Sunda tersebut, diakui Herdiwan, karena khawatir dengan kondisi masyarakat, terutama kalangan pelajar sekarang yang kurang banyak mengetahui tentang pepatah Sunda.

Ia mencontohkan ketika melakukan kunjungan ke berbagai sekolah tingkat SMA di sejumlah wilayah di Jawa Barat, ketika ditanyakan kepada siswa tentang arti Sunda, ternyata masih banyak yang belum tahu.

“Banyak SMA di Jabar ketika ditanya apa Sunda itu, jawabannya bahasa sehari-hari orang Sunda, tarian, dan suka melawak, saya merasa prihatin, harusnya mereka itu hafal,” katanya.

Temuan masih adanya sebagian kalangan pelajar di Jawa Barat yang belum mengetahui tentang Sunda, diakui Herdiwan, karena kurangnya penyampaian melalui berbagai media, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tentang kesundaan.

“Kita sendiri kurang menyampaikan kepada masyarakat, kebijakan pepatah yang arif. Insya Allah sesudah Lebaran mau dijelaskan kepada masyarakat apa artinya,” kata Herdiwan.

*)Kompas.com 23 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan