-->

Kronik Toggle

Jaga Indonesia, Pemerintah Harus Terbitkan Banyak Buku Puisi

Palembang – Sejumlah penyair yang mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara V di Palembang menginginkan pemerintah mengeluarkan anggaran khusus untuk penerbitan buku-buku puisi. Alasannya puisi dinilai mampu menjaga dan membangun karakter bangsa Indonesia.

“Guna mewujudkan keinginan tersebut, kami akan menemui DPR dan Presiden SBY untuk menyampaikan keinginan ini. Kalau hanya terus menunggu, tampaknya sulit terwujud, sementara karakter bangsa ini kian terancam,” kata penyair dari Aceh, Fikar W Eda, seusai diskusi terbatas di Kambang Iwak, Jalan Tasik, Palembang, Selasa (19/07/2011) dini hari.

Anggaran khusus penerbitan buku itu diperuntukkan bagi karya-karya penyair di seluruh Indonesia. “Dan semua buku itu dibagikan secara gratis ke masyarakat, khususnya kepada para pelajar. Kami kira upaya ini dapat dilakukan melalui anggaran pendidikan. Selain itu dapat didorong dari anggaran CSR dari sejumlah perusahaan besar di Indonesia,” kata Fikar.

Menurut Fikar, puisi dengan kecerdasan pikir dan hati para penyair akan mampu menandai apa yang terjadi di masyarakat, dan menyuarakan nilai-nilai moral masyarakat, baik yang bertahan maupun yang telah hilang.

“Meskipun lamban, tapi kami yakin puisi akan mampu memengaruhi karakter manusia. Contohnya teks Sumpah Pemuda, kami menilainya itu sebuah puisi yang sangat luar biasa, termasuk juga teks Pancasila,” katanya.

(tw/mok)

*)Detik.com 19 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan