-->

Kronik Toggle

Harga Kaki Lima, Tetapi Isi Dijamin Sama

Meski harus sedikit berdesak-desakan serta bersabar mendapat layanan, ditambah tanpa pendingin udara, warga masyarakat Senin (25/7/2011) ternyata masih banyak yang memilih belanja buku pelajaran bekas terkait tahun ajaran baru.

Pemandangan ramainya pembeli buku pelajaran sekolah tersebut, Senin (25/7/2011) nampak di sekitar kawasan sentra buku bekas Jl. Semarang, pasar Blauran dan kios buku pelajaran di DTC Wonokromo.

Menurut Rohyani, 37 tahun, warga Dukuh Bulak, membeli buku pelajaran bekas di kawasan Jl. Semarang, sudah rutin dilakukannya sejak beberapa tahun yang lalu.

Harga lebih murah dibanding toko-toko buku yang berada didalam plasa atau pusat-pusat perbelanjaan jadi pertimbangan utama. “Toh isinya tetap sama. Yang penting khan isinya,” terang Rohyani.

Budi Santoso koordinator pedagang buku bekas di sentra buku bekas Kampoeng Ilmu, Jl. Semarang, membenarkan bahwa sampai saat ini, masyarakat punya anggapan bahwa buku bekas berbeda isinya dengan buku baru.

“Untuk buku pelajaran sekolah berdasarkan pengalaman, isinya tetap sama. Antara buku bekas dan buku baru isinya atau materinya tetap sama. Kami paham bahwa anggapan masyarakat buku bekas isinya berbeda, kami sudah membuktikan,” kata Budi Santoso.

Untuk meyakinkan masyarakat dan calon pembelinya, Budi bahkan meminta kepada para pedagang buku pelajaran bekas di Kampoeng Ilmu, untuk menukarkan buku yang dibeli jika isinya tidak sama dengan yang baru. “Kami minta kawan-kawan pedagang untuk melakukan itu,” tuntas Budi Santoso koordinator Kampoeng Ilmu saat ditemui suarasurabaya.net, Senin (25/7/2011).(tok)

*)Suarasurabaya, 25 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan