-->

Kronik Toggle

George Junus Luncurkan Buku Cikeas Kian Menggurita

Yogyakarta – George Junus Aditjondro kembali meluncurkan buku tentang sepak terjang bisnis orang-orang di sekitar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Buku yang diberi judul Cikeas Kian Menggurita itu merupakan buku lanjutan dari jilid pertama yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century 2009.

Buku yang mengupas skandal orang-orang di sekitar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu merupakan tulisan analisis George dari berbagai media cetak, portal Internet, wawancara, serta investigasi khusus. Tujuan buku terbitan Galangpress Yogyakarta itu adalah memberikan pendidikan politik tentang hak-hak demokrasi warga negara untuk mencegah akumulasi kekuasaan ekonomi dan politik penguasa, terutama di seputar lingkaran istana.

“Ada yang lebih penting ketimbang figur, yaitu konfigurasi politik yang mempengaruhi pergantian pucuk pimpinan politik negara kita lima tahun sekali,” kata George saat peluncuran buku di Galangpress Yogyakarta, Kamis, 7 Juli 2011.

Buku setebal 204 halaman itu terbagi dalam enam bab, George mulai dengan mengupas tsunami politik yang berbarengan dengan gempa 8,9 skala richter dan tsunami di Jepang, 11 Maret 2011. Inilah saat ketika media Australia memberitakan bahwa Yudhoyono telah menyalahgunakan kekuasaannya, seperti dilansir The Age. Dikutip dari kawat-kawat diplomatik Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut terlibat dalam korupsi yang luar biasa serta menyalahgunakan kekuasaan.

Dalam bab pertama yang berjudul “Terbukanya Kotak Pandora” itu, George mengupas reaksi kroni-kroninya, mulai dari kedekatan Tony Winata dengan SBY hingga merangkul Taufik Kiemas seperti yang diungkapkan oleh Wikileaks. Di situ, SBY ditulis telah mengintervensi Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi yang melibatkan Taufik Kiemas yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kiemas diduga terlibat korupsi di sejumlah proyek, seperti Jakarta Outer Ring Road (JORR), pengadaan rel kereta api ganda Merak-Banyuwangi, dan lain-lain.

Dari sekian bab itu, yang paling menarik dan sangat diunggulkan oleh George justru ada di bab empat yang berjudul “Pelanggaran-pelanggaran Pemilu”. Ia mengambil kesimpulan sendiri dari tulisannya itu, yaitu pemimpin saat ini, presiden dan wakil presiden Indonesia tidak sah karena adanya pelanggaran-pelanggaran dan kelicikan dalam pemenangan pemilu oleh sistem yang sudah dipegang oleh SBY-Boediono.

“Ke mana larinya uang Bank Century dan Bail Out Century? Dari hasil wawancara saya dari berbagai sumber dan penelitian dari berbagai media, itu ada yang ‘lari’ untuk membiayai pemenangan pemilu SBY-Boediono,” kata dia.

Menurut Hifzil Alim, Wakil Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada, buku itu bisa menjadi bukti awal pengusutan korupsi oleh para penegak hukum. “Buku ini menantang siapa saja yang akan menegakkan hukum,” katanya.

Buku yang dicetak sebanyak 7.500 eksemplar dan dijual dengan harga Rp 50 ribu itu sudah beredar di toko-toko buku, kecuali Toko Buku Gramedia. “Gramedia tidak berani menjual, tetapi jaringan toko buku lainnya sudah siap menjual,” kata Julius Felicianus, Direktur Galangpress Yogyakarta.

MUH SYAIFULLAH

*)Tempointeraktif,7 juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan