-->

Resensi Toggle

Face of the World. The light and the darknes (Book I)

beauty-ghostDraft Novel Imam K. Raharja

Bagaimana wujud hantu menurutmu? Apakah menyeramkan seperti yang selama ini direpresentasikan media?

Imam K. Raharja akan mengenalkan Anda dengan hantu yang tidak menyeramkan dalam draft novelnya Face of the Word. The light and the darknes (Book I). Novel ini tidak semata-mata berbicara soal hantu. Jauh lebih luas dan berbobot, termasuk juga konspirasi besar dunia. Sehingga kita akan kesulitan menyederhanakan termasuk jenis novel apakah yang ditulis oleh Imam K. Raharja ini. Apakah termasuk novel misteri? Detektif? Cinta? Eksistensialis? Atau novel konspirasi ala Dan  Brown dengan simbol-simbol aneh dan rumit? Gambarannya begini;

Setahun yang lalu, Randu mengirimkan aplikasi ke sebuah lembaga amal internasional. Panggilan tak datang-datang dalam waktu setahun. Randu pun tak mengharapkannya lagi. Tiba-tiba telepon di rumah berdering dan besoknya Randu harus berangkat ke Afrika. Setelah mengurus berbagai keperluan dibantu staf dari lembaga amal tersebut , Randu baru memberi kabar pada pacarnya, Nira. Tentu saja kaget. Mereka tak terpisahkan sebelumnya.

Keesokan harinya, Randu menunggu Nira di bandara karena harus mengantar ibunya terlebih dahulu. Hingga jadwal keberangkatan, Nira tak datang juga. Randu berangkat tanpa lambaian tangan Nira. Ketakdatangan Nira di Soekarno-Hatta buka di sini. Nira mengalami kecelakan dan tewas.

Kematian Nira tak menyelesaikan cerita, justru sebaliknya. Cerita bergerak pada wilayah yang lebih kompleks dan menegangkan. Dalam dunia kematian, Nira tak sanggup mengingat berbagai hal yang pernah dialaminya semasa hidupanya, pun ketika kematiannya. Bertemulah Nira dengan (semacam) cenayang yang berprofesi sebagai pelacurdi suatu malam, Mina namanya. Pergesekan antara dua dimensi (hidup dan mati) memunculkan kisah-kisah menarik dan ilmiah. Hal-hal mistis yang selama ini kita amini, nyaris dapat dihindari.

Dengan bantuan Mina, Nira akhirnya menemukan kembali ingatannya, meski tak seluruhnya. Sampai di sini, kisah masih baik-baik saja. Hingga akhirnya, datanglah seorang lelaki berkabangsaan Perancis, Friedrich, ke Jakarta, ke Juruk Purut. Tujuannya adalah satu, memburu Nira.

Dalam dunia gelap, ada pertentangan sengit antara The Cyrcle dengan The Steward. Dan kuncinya adalah Nira. Munculnya the Cyrcle dan The Steward terasa cerita bergerak-gerak, meronta-ronta tanpa bisa dikendalikan pembaca. Cerita melaju tanpa batas ruang dan waktu.

Beberapa waktu setelah bekerja, Randu baru dapat kabar kalau Nira meninggal saat berusaha mengejarnya ke Bandara. Randu jadi galau. Dia harus pulang. Kepulangan Randu ke Indonesia justru menambah cerita semakin kompleks. Keluar dari Soekarno-Hatta, ia sudah dikerja-kejar oleh Friedrich. Untung saja ia diselamatkan oleh Mina, yang belum dikenalnya. Mereka lari. Mereka bertemu Dorian dan terkuaklah sejarah kedua kelompok yang saling bertentangan.

Meski telah berlari cukup jauh, Mina dan Randu tak bisa lepas dari kepungan pasukan Friedrich. Mereka diculik dan dibawa ke Instanbul. Di sini, mereka bertemu dengan orang-orang dalam lingkup internasional terdiri dari berbagai kalangan. Di sini, Randu didik ala militer. Dan setelah, peristiwa action kerapkali mewarnai cerita dalam draft novel ini.

Kedua kelompok yang bertentangan itu bukanlah kelompok baru. Mereka hadir puluhan ribu tahun lalu. The Cyrcle pernah menikmati masa-masa kejayaan di masa kegelapan yang melanda Eropa dan masa-masa kerajaan primitif Asia. Mereka juga memiliki peran penting dalam Perang Dunia I &II. Dan saat ini, mereka berusaha mencapai kembali masa keemasan mereka. Tujuan mereka adalah merusak sistem kepercayaan dunia akhirat, surga neraka, baik buruk, dan pemusnahan kata ‘iman’. Sementara kelompok lainnya, bertujuan sebaliknya.

Begitulah sedikit ceritanya. Sungguh luar biasa. Namun, hingga akhir draft novel ini, cerita menggantung dan seperti belum selesai. Ini baru buku I, judulnya. Pembaca musti sabar.

Draft novel milik Imam K Raharja ini ,secara keseluruhan sangat potensial untuk diolah menjadi skenario film ala Hollywood. Cukup bagian Juruk Purutnya saja jika film di Indonesia. Membacanya kita akan teringat adegan dalam film-film Hollywood, dimana cerita dimulai dari peristiwa saat ini dan bergerak menuju kisah masa-masa lampau beserta kekejaman dan kejayaannya. Tak hanya di masa kerajaan, cerita juga terus mengarah ke masa awal modern hingga kecanggihan teknologi saat ini. Itulah sebabnya, draft novel ini tak kenal ruang dan waktu.

Daftar Isi.

1.       Nira

2.       Randu

3.       Arnan

4.       Mina

5.       Namaku Nira

6.       Kabar Dari Jakarta

7.       Kenangan

8.       Kau Kutunggu

9.       Pulang

10.   Ibu

11.   Guru

12.   Friedrich

13.   Perburuan

14.   The Circle

15.   Pengkhianatan

16.   The Great Cycle

17.   Illa

18.   The Memory Of Chamber

19.   Aziv

20.   Triga

21.   Mengingat

22.   Keluarga

23.   Di balik Pintu

24.   Kebenaran

25.   Maran

26.   Penantian

27.   Menantang Sang Pencipta

28.   Konsul

29.   Menghindar

30.   Di atas Roda

31.   Jalan

32.   Kesedihan

Biodata Penulis:

Nama: Imam Kurnia Raharja

Alamat: Blimbingsari, Terban

Tmp/Tgl lahir: Magelang, 3 Februari

Aktivitas: Aikido

Hobi: Baca

Kaya                 : Pernah nulis puisi, 2x dimuat www.poetry.com.

“Inspirasi nulis novel ini datang secara bertahap, karena banyak baca buku spiritual, plus sedikit pengalaman dari kegiatan2, jadilah hobi baca-baca tersebut jadi semacam riset yang membentuk ide buat novel ini, selain pengamatan mengenai betapa anehnya isi pikiran manusia modern.” – Imam Kurnia Raharja

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan