-->

Kronik Toggle

Disdik Investigasi Sekolah Jualan Buku

BANGKALAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mendesak Dinas Pendidikan setempat agar melakukan investigasi terkait dengan adanya pihak sekolah yang menjual buku paket pada siswa.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Musawwir, Kamis (21/7/2011) malam, mengatakan, Disdik Bangkalan perlu turun tangan terkait dengan persoalan ini, agar praktik jualan buku tidak biasa dilakukan pihak sekolah. Apalagi untuk lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP gratis, karena sudah mendapatkan bantuan pemerintah.

“Mana kala terjadi adanya pungutan pada anak sekolah, terutama pada siswa SD dan SMP, itu tidak dibenarkan. Sebab, sudah dianggarkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” kata Musawir.

Ia menjelaskan, anggaran BOS harus digunakan sesuai dengan peruntukan sehingga tidak ada lagi pungutan terhadap siswa. Ketika ada salah satu macam pungutan pada siswa SD sangat menyalahi aturan dan perlu ditindaklanjuti.

“SD dan SMP sudah ada dana BOS sehingga tidak perlu lagi ada pungutan, baik untuk membeli buku paket atau untuk keperluan yang lain,” ucapnya.

Menurut Musawwir, Disdik Bangkalan harus proaktif terhadap adanya indikasi sekolah menarik sumbangan dalam bentuk pembelian buku sekolah. Karena di situ telah ada anggaran BOS yang dikucurkan pemerintah.

“Apabila informasi ini benar dan dilakukan pihak sekolah untuk biaya pembelian buku, kami minta Disdik untuk melakukan investigasi, sebelum menjadi permasalahan yang lebih besar,” kata politisi dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama ini.

Sementara itu, Kasi Kurikulum TK/SD Disdik Bangkalan, Slamet Margono, mengatakan, pihaknya sudah terjun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Ia mengaku, memang ada sekolah yang menjual buku paket pada siswa.

“Tapi, itu sudah kami tindaklanjuti dengan mengeluarkan surat rekomendasi agar kebijakan tersebut segera dihentikan karena tidak sesuai dengan PP Nomo 17 Tahun 2010,” kata Margono menjelaskan.

Lembaga pendidikan tingkat SD di Kabupaten Bangkalan yang sementara ini diketahui menjual buku paket kepada para siswanya ialah di SDN Sabiyan I, Kecamatan Kota Bangkalan.

Penjualan paket buku di lembaga itu terungkap setelah salah seorang wali murid memprotes kebijakan itu ke pihak sekolah dan melaporkan ke DPRD setempat.

*)Kompas.com 21 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan