-->

Kronik Toggle

Calon Hakim Agung Memaksa Mahasiswanya Beli Buku Karyanya?

Jakarta – Klarifikasi kabar-kabar miring dari calon-calon hakim agung, itulah yang dilakukan oleh komisioner Komisi Yudisial (KY) saat ini. Termasuk bertanya langsung pada salah satu calon, Rahayu Hartini, soal informasi jika yang bersangkutan kerap memaksa mahasiswanya membeli buku karangannya.

Hal tersebut ditanyakan Komisioner KY Suparman Marzuki dalam sesi ‘Wawancara Calon Hakim Agung RI’, di Gedung Komisi Yudisial, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2011).

“Saya dengar, jika ada yang tidak membeli buku anda, maka mahasiswa tersebut akan dikenakan sanksi penilaian. Dan kabar itu sudah beredar di Facebook?” tanya Suparman.

Dengan tegas dosen Universitas Muhammadiyah Malang itu menepisnya. Rahayua menjelaskan bahwa dirinya memang mewajibkan untuk membeli buku. “Tapi tidak hanya buku saya saja, lebih tepatnya kepada buku yang terkait dengan studi. Tudingan sanksi juga tidak benar,” papar Rahayu.

Suparman juga menanyakan, bahwa Rahayu sering diprotes mahasiswanya. Rahayu diprotes, karena dalam memimpin sidang skripsi, Ia bersifat kaku dan tidak memberikan masukan kepada mahasiswa.

“Saya selalu memberi masukan kepada mahasiswa ketika sidang skripsi. Justru dalam bersidang bersikap obyektifitas,” tepis Rahayu.

Jika nanti terpilih jadi Hakim Agung, lanjut Rahayu, dirinya tetap akan memberikan kontribusi dan sumbangsih dalam ilmu hukum. “Berarti, anda tetap akan menjadi pengajar, jika terpilih menjadi Hakim Agung?” Tanya Suparman.

Dengan tenang, Rahayu menjawab pertanyaan tersebut. Ia menjabarkan, sumbangsih ilmunya bukan dalam tatanan formal. “Saya bisa berikan sumbangsih secara informal. Seperti lewat tulisan, atau menghadiri sebuah seminar dan forum,” ucap Rahayu.

(gah/gah)

*)Detik.com 21 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan