-->

Kronik Toggle

Buku Pelajaran Bekas Mulai Diburu

SEMARANG— Buku-buku pelajaran bekas yang diperdagangkan di sejumlah sentra penjualan buku bekas di Semarang mulai diburu pembeli setelah tahun ajaran baru 2011-2012 mulai berjalan selama satu minggu. Seorang pedagang buku bekas di Pasar Johar Semarang, Jawa Tengah, Ahmad Chatib (40), Rabu (20/7/2011), mengatakan, cukup banyak pembeli dari kalangan siswa mulai mencari buku pelajaran bekas dari jenjang SD sampai dengan SMA.

Ia mengatakan, saat awal dan sebelum masuk sekolah, para siswa biasanya belum tahu buku apa yang akan digunakan dalam pembelajaran sehingga mereka belum berpikir membeli buku pelajaran bekas. “Takutnya, sudah telanjur beli ternyata tidak terpakai. Namun, setelah beberapa hari masuk, mereka sudah diberi referensi buku yang digunakan, setelah itu mereka langsung mencarinya di sini,” kata Ahmad.

Puncak keramaian pembelian buku, menurut Ahmad, terjadi pada akhir pekan lalu. “Mungkin karena akhir pekan dan hari libur jadi bisa bebas mencari buku-buku, tetapi pada hari-hari kerja sekarang ini tetap banyak juga. Jenis buku yang laris bergantung jenjang pendidikan,” ujarnya.

Untuk jenjang SD, menurut dia, buku pelajaran IPA merupakan buku yang paling banyak dicari. Adapun untuk jenjang SMP, buku pelajaran yang paling laris adalah buku mata pelajaran Biologi, Matematika, dan Fisika.

Meningkatnya permintaan buku pelajaran membuat Ahmad bisa meraup omzet mencapai Rp 150.000 per hari dari biasanya paling tinggi Rp 70.000 per hari.

Hal senada disampaikan pedagang buku bekas di Pasar Johar Semarang lainnya, Mujiyanto (32). Ia mengakui kenaikan omzet penjualan memasuki minggu kedua dimulainya tahun ajaran baru sekolah, terutama buku pelajaran eksakta.

“Dua minggu lalu, paling banter saya cuma dapat Rp 100.000 per hari. Namun, satu minggu lalu rata-rata omzet bisa mencapai Rp 200.000-Rp 300.000 per hari,” kata Mujiyanto, pemilik kios buku “Amanah” itu.

Sementara itu, seorang pedagang buku bekas di kawasan Stadion Diponegoro Semarang, Ibrahim (27), juga mengakui mulai ramainya pembeli yang mencari buku pelajaran, terutama Matematika dan IPA, baik buku diktat maupun soal-soal. “Buku-buku eksakta memang paling banyak dicari sebab pelajaran itu membutuhkan banyak latihan soal dibanding pelajaran lain,” katanya.

*)Kompas online, 20 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan