-->

Perpustakaan Toggle

Balai Bacaan Srigunting Jogja

Sri GuntingPada musim hujan tahun 2008 Balai Bacaan Srigunting dibuka di Jogja, masih dengan sisa 2 lubang bocor di atapnya, setelah bertahun-tahun disiapkan puluhan orang muda, silih-berganti.

Yang Muda yang Bergerak

Bermula datang menuntut ilmu di Jogja orang-orang muda dari berbagai sudut kepulauan: dari dataran tinggi Gayo, Lampung, Bumi Cendrawasih, Pulai Bali, Pulau Samosir, tepian Sungai Musi/Brantas/Bengawan Solo, dari Bekasi ….. , dan alat apa yang memungkinkannya berjumpa? Bukan handphone / internet / laptop, bukan pula skor TOEFL, apalagi mie instan, melainkan pertama dan terutama: Bahasa Indonesia. Bahasa yang di masa Chairil Anwar mendapatkan harga dirinya, yang liar, bertenaga. Bahasa yang di tangan penulis seperti Siti Soendari makin menegaskan Jaman Bergerak hampir seabad silam.

Bahasa yang sejak dasawarsa 1970 jinak di alam pembangunan, dan hingga kini terus didera jakartanisasi resmi maupun gaul. Padahal sampai kapanpun, di aras kebahasaan-lah ingatan berada. Untuk menggerakkan ingatan kepulauan melalui bahasa itulah Srigunting ada.

Bacaan seperti apakah yang ada di Srigunting?

Yang utama adalah bacaan riwayat hidup. Riwayat siapa? Dari Kusni Kasdut sampai Okky Asokawati; dari Gus Dur sampai Gusmao; dari Ajengan di Cipasung ke Frans Asisi, dst. Kemudian cerita sastra maupun bukan. Ketiga, bacaan dari ilmu sosial dan sejarah.

Isi Srigunting bermula dari segelintir buku milik sepasang guru sejarah SMA di Semarang 50-an tahun silam. Bagian terbesarnya lalu bertambah selama dasawarsa 1990-an, bukan buku baru dari toko melainkan darikios buku bekas/lama, baik di kota-kota tanah Jawa, atau di Pantai Kuta, Bali, di Makassar, hingga ke kios-kios buku Titi Gantung di seberang Stasiun Kota Medan.

Babak berikutnya datang sumbangan/hibah dari para sahabat sekeprihatinan dan simpatisan (seperti Indonesia Tera di Magelang, LKiS -Lembaga Kajian Islam dan Sosial- di Jogja, media Talitakum dan Yayasan Haburas di Dili Timor Leste. Yang lain lagi menitipkan buku-bukunya di Srigunting. “Daripada dibaca sendiri di rumah”, ujar Transpiosa dari Surabaya dan Sashri dari Jalan Godean. Secara berkala sejumlah rekan mengirim bahan kliping dari Medan & Banda Aceh, melanjutkan rintisan mendiang Simon Doloksaribu; sebagaimana Eddy dkk. melakukan hal yang sama dari pedalaman Kalimantan.

Yang Terbuka

Selaku sayap usaha dari Nandan Institute of Art Studies (N.I.A.S), bacaan di Srigunting bisa dimanfaatkan berbagai kalangan, seperti:

a. mahasiswa yang sedang mencari bahan skripsi/tesis/tugas kuliah.

b. Para guru/dosen yang dalam himpitan beban keadministrasian dari diknas jelas perlu lebih berwawasan sehingga tak ketinggalan dari murid/mahasiswanya.

c. (terakhir dan terutama) orang-orang muda yang bekerja/belajar berkesenian, seperti penulis cerita, perupa, pemotret, pembuat lagu, pekerja kriya, pemain teater, dll; syukur-syukur suatu wawasan kesejahrahan bisa membantu keluar dari kebiasaan berkesenian berdasar stereotip dan pandangan kasat mata tentang manusia & lingkungannya.

Ringkas cerita, sekecil apapun Srigunting terbuka untuk siapa saja yang hendak membuka wawasan tentang riwayat Nusantara dan masyarakatnya, kenal dengan gejolak kejiwaan orang-orang sekepulauannya, menjadikan abad 20 dan sebelumnya sebagai kitab terbuka tentang kehidupan.

Bacaan dapat dipinjam dengan biaya antara Rp. 500 hingga Rp. 5000. Perolehan dana dari peminjaman bacaan ini digunakan sebagai subsidi silang untuk kegiatan workshop penulisan di NIAS yang sudah berjalan sejak tahun 2000 beserta penerbitan periodikalnya.

Yang Khas

1. Buku dan kliping biografi, kisah perjalanan serta wawancara aneka rupa sosok manusia di Indonesia maupun tanah seberang, baik pahlawan dan tokoh maupun orang-orang biasa/jalanan

2. Buku-buku cerita, ilmu sosial dan kesejarahan, terbitan sebelum tahun 2000 yang sudah tidak ada lagi di toko buku, seperti terbitan LP3ES, Bhratara, YOI, Jendela, Gunung Agung, Grafiti, Pustaka Jaya, dll.

3. Kliping:

a. Tema wiraswasta & aneka kisah home industry/perjuangan manusia berswadaya.

b. cerita pendek dari aneka media cetak sejak 1950-an hingga 50 tahun berikutnya.

c. Tema urban culture di Kepulauan Indonesia, dari Pulau Papua ke Pulau Sumatera.

4. Koleksi majalah:

a. Inside Sumatera

b. Kalimantan Review

c. Citra Yogya edisi 1980-an

d. Latitude Denpasar

e. BASIS edisi 1950-an s/d 1970-an

f. Horison edisi 1970-an s/d 1980

g. Jurnal Prisma

h. TEMPO edisi 1970-an s/d 1994

i. MKB (media kerja budaya)

j. Jakarta! (semasa editorial Dan Ziv)

k. National Geo. Indonesia

l. Komik Asterix, Tintin, Lucky Luke

m. Ekonomi: SWA, Warta Ekonomi, CAKRAM, dll.

Aturan Main

a. Fotokopi kartu identitas yang masih berlaku. Untuk mahasiswa, fotokopi kartu mahasiswa.

b. Sumbangan Rp. 10.000 untuk masa 1 tahun. Untuk mahasiswa S2/S3, Rp. 25.000.

c. Maksimal 7 buku sekali pinjam, paling lama 7 hari dan bisa diperpanjang 1 kali.

Jam Buka

Hari Senin s/d Jum’at

Jam 11.00 sampai 15.00

Hari Sabtu, Minggu dan hari libur, tutup

Alamat

Nandan No. 4A, RT 01/RW 38

(barat lapangan SMP Karitas)

Jl. Monjali Km 5, Sariharjo, Sleman, Jogja

[*] Petunjuk lokasi:

Dari perempatan Ring Road utara – Monjali ke selatan 100 meter, samping rumah makan Tenpura jalan konblok ke barat 300 meter sampai depan SMP Karitas jalan aspal 100 meter lagi ke barat

*) Disalin dari leaflet Balai Bacaan Srigunting Jogja

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan