-->

Kronik Toggle

Australia incar uang buku Taliban

Pemerintah Australia berusaha menyita keuntungan dari buku yang ditulis oleh seorang bekas tahanan kamp Guantanamo.

Tim hukum pemerintah mengatakan semua uang yang diperoleh oleh David Hicks dari buku memoar yang dia tulis akan dinyatakan sebagai hasil kejahatan.

Hicks mengaku bersalah telah membantu Taliban di Afghanistan dalam sidang pengadilan militer pada tahun 2007.

Warga negara Australia tersebut dipulangkan setelah menjalani hukuman sembilan bulan.

Dia ditangkap di Afghanistan dan dikurung di kamp Guantanamo hampir sekitar enam tahun.

Pria yang pernah dijuluki sebagai the Aussie Taliban (Si Taliban Australia) mendapat sambutan tepuk tangan meriah ketika bukunya diluncurkan tahun lalu.

Buku berjudul Guantanamo: My Journey tersebut mengundang kontroversi seru di Australia.

Memoar itu dilaporkan telah terjual sebanyak 30.000 eksemplar.

Tidak syah

Pemerintah Australia hari Rabu (20/07) mengukuhkan direktur penuntutan umum telah memohon pengadilan menerbitkan surat untuk memerintahkan uang hasil penjualan buku itu disita.

Permohonan tersebut dijadwalkan akan disidangkan di Pengadilan Tinggi Negara Bagian New South Wales pada 3 Agustus.

Para pendukung David Hicks menyatakan pemerintah Australia semestinya tidak mengejar-ngejar dia sebab putusan bersalah atas dirinya tidak syah.

“David Hicks belum pernah dinyatakan bersalah atas tindak kejahatan di Australia, kata aktivis HAM, John Dowd.

Dia belum pernah dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran menurut hukum Amerika Serikat. Tidak ada alasan untuk menyita keuntungan apa pun dari penjualan bukunya, kata Dowd.

Namun, kalangan politisi oposisi menuduh pemerintah lambat bertindak, dan menyatakan Hicks jelas-jelas mendapat untung dari kejahatannya.

Dalam bukunya, Hicks menulis bahwa dia menerima dakwaan membantu teroris demi lolos dari kamp Teluk Guantanamo.

(bbc/bbc)

*)Detiknews, 21 Juli 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan