-->

Kronik Toggle

Stephanus Hammy, Sayang Tapis Lampung

Jakarta – Tak puas hanya meluncurkan tiga buku tahun lalu, perancang busana Stephanus Hammy serta penata kecantikan dan busana Deddie S. Suryawan meluncurkan buku keempat berjudul Sulam Tapis Lampung. Sebelumnya, buku yang terbit adalah Batik Jawa Barat, Tenun NTT, dan Wastra Bali.

Keempat seri buku Chic Mengolah Wastra Indonesia itu menerangkan cara-cara mengolah kain khas Indonesia, seperti batik, tenun, songket, dan jumputan. Hammy dan Deddie melihat kain-kain bagus selama ini hanya menjadi koleksi yang disimpan di lemari atau dipakai untuk acara khusus.

“Kebanyakan pembeli kain sering tidak tahu dan sayang untuk mengolahnya menjadi busana yang berdaya pakai,” ujar Hammy saat acara diskusi dan peluncuran buku di Jakarta Convention Center.

Buku setebal 68 halaman itu diharapkan menggugah perempuan dalam mengolah secara tepat busana dari kain Indonesia. “Bahkan, bisa mengangkat pamor dan keindahan kain-kain itu sendiri,” ujar Hammy. Buku ini memuat berbagai model busana untuk acara resmi. Disesuaikan dengan tekstur kain tapis yang berat dengan ornamen benang emas. “Saya memang mengolah untuk menjadi busana pesta.”

DIAN YULIASTUTI

*) Tempointeraktif, 21 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan