-->

Resensi Toggle

Sepekan Resensi Blog Buku Pekan Keempat Juni 2011

Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL.

Berjuanglah, Bunda Tak Sendiri

Karya: Qonita Musa & Naqqiyah Syam

Dimuat di Blog “Jendelaku Menatap Dunia” http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/

Diposkan, 21 Juni 2011

Semua kisah mengalirkan cerita betapa perjuangan para bunda untuk melahirkan. Buku yang dibagi babnya sesuai dengan kelahiran anak yang keberapa ini bukanlah bertujuan untuk membuat pembacanya, terutama kaum perempuan, untuk takut dengan proses hamil hingga melahirkan. Rangkaian kisah para bunda tersebut malah menjadi hamburan motivasi bahwa ketika mereka bisa melaluinya. Berbagai permasalahan ketika melahirkan, seperti terlilit tali pusar, farises, retro, sungsang, dsb, seringkali membuat para dokter kandungan dengan “mudah”nya menyarankan untuk operasi caesar sebelum ada upaya lebih lanjut. Lewat kisah-kisah para Bunda, kondisi yang “menyusahkan” tersebut ternyata berhasil dilalui dengan kelahiran normal. Tips-tips seputar hamil dan melahirkan terlampir pada bagian akhir buku yang berisi 21 kisah ini.

Nyai Dasima

Karya: S.M Ardan

Dimuat di Blog “Blog Buku Helvy” http://blogbukuhelvry.blogspot.com/

Diposkan, 22 Juni 2011

Nyai Dasima dalam cerita SM Ardan ini tidak digambarkan secerdas Nyai Ontosoroh. Ny Dasima bersuamikan Tuan William dan memiliki seorang putri yang bernama Nancy. Selama 7 tahun Nyai Dasima tidak pernah pulang ke kampung halamannya di Bogor. Selama itu pula ia tidak pernah bergaul dengan teman sebangsa, dan ia tidak pernah dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan keluarga Eropa di Batavia. Hidup Nyai Dasima akhirnya harus berakhir di tangan Bang Puase, orang suruhan Samiun. Samiun adalah seorang Kusir yang tinggal bersama isteri dan ibunya di kawasan Kwitang. Ia depresi lantaran istrinya sepertinya tidak mencintainya dan selalu bersenang-senang. Samiun menaruh hati pada Nyai Dasima, yang adalah “bini piare” Tuan William di daerah Pejambon. Ia berusaha dengan keras agar dapat memperistri Nyai. Ketika Samiun ingin memperistri Nyai Dasima terjadi benturan nilai etika.

The Old Man and The Sea (Lelaki Tua dan Laut)

Karya: Ernest Hemingwak

Dimuat di Blog “Mari Membaca” http://www.althesiakoyongian.co.cc/

Diposkan : 24 Juni 2011

Lelaki tua dan laut menceritakan kehidupan seorang nelayan tua asal kuba yang bernama Santiago. Setelah mencoba dan gagal menangkap ikan selama 84 hari, Santiago tidak putus asa. Bahkan setelah satu-satunya teman berlayarnya, Manolin, meninggalkannya sendirian atas permintaan orang tuanya, Santiago tetap berangkat disaat hari masih gelap, mengembangkan layarnya dan mengarungi lautan. Kisah Santiago adalah cerminan perjuangan seorang manusia. Apapun profesi Anda, kisah nelayan ini akan membuat Anda berkaca. Jangan menyepelekan Santiago karena ia hanya seorang nelayan, karena nelayan pun harus menghadapi badai dan gelombang bukan? Santiago tidak menyerah, bahkan ketika ia mulai kehabisan tenaga, tangan dan punggungnya mulai terluka, ia tidak mau kalah. Di novel ini Hemingway juga ingin menampilkan sisi persahabatan yang juga dibutuhkan manusia dalam hidup.

Orang Jawa Jadi Teroris

Karya: M. Bambang Pranowo

Dimuat di Blog “Buku Bermutu” http://novalmaliki.blogspot.com/

Diposkan : 24 Juni 2011

Kekerasan berbaju agama kembali mendera Indonesia, hal yang menarik bahwa kasus-kasus tersebut justru terjadi di Pulau Jawa dengan pelaku kebanyakan dari suku Jawa, sebuah suku mayoritas di Indonesia yang selama ini dikenal dengan keramah-tamahan dan sopan santunnya. Secara keseluruhan sikap dan tutur kata orang Jawa sangat lembut, akomodatif, dan mudah bersahabat dengan siapa pun. Namun, di sisi lain orang Jawa juga memiliki filosofi hidup tiga nga yang dalam kondisi tertentu sering muncul, yaitu ngalah, ngalih, dan ngamuk. Karakter ngalah biasanya digunakan untuk tujuan jangka panjang yang menguntungkan. Tapi jika lawannya masih keras, orang Jawa akan ngalih, meminggirkan dirinya dan mencari strategi lain untuk menang. Namun jika terus didesak dan diinjak terus menerus, orang Jawa akan ngamuk. Buku setebal dua ratus lima puluh lima halaman ini merupakan kumpulan empat puluh satu tulisan Bambang Pranowo yang tersebar di berbagai media.

The Moneyless Man: Kisah Nyata Setahun Hidup Tanpa Uang

Karya: Mark Boyle

Dimuat di Blog “Etalase Buku” http://etalasebuku.blogspot.com/

Diposkan : 26 Juni 2011

Mana mungkin orang bisa hidup tanpa uang? Di zaman modern seperti sekarang ini, rasanya mustahil. Tapi, pandangan itu ternyata mampu dipatahkan oleh Mark Boyle. Kisah nyata kehidupannya yang dijalaninya tanpa uang ini tidak saja membuktikan bahwa ia bisa hidup tanpa uang tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa uang itu tidak lebih sebagai alat tukar. Uang bukan sebagai tujuan hidup. Pertama, Mark telah “mengajarkan hidup” dengan elegan bahwa uang bukan segala-galanya. Maka, salah jika kebahagiaan itu ditentukan oleh uang. Kedua, jangan sampai dengan uang, “persahabatan” justru hancur lantaran uang membangun sekat berdasarkan perbedaan status sosial (kaya dan miskin). Ketiga, kisah Mark yang hidup tanpa uang telah mengajarkan eksistensi sebuah nilai sejati segala sesuatu yang ada. Keempat, meski pembaca tak harus meniru menjalani hidup tanpa uang sebagaimana yang dipraktekkan Mark, minimal dari kisah hidup Mark ini pembaca akan memetik pelajaran untuk bisa berhemat. Hidup berdasarkan pada kebutuhan.

Kenali Kepribadian menurut Tulisan Tangan

Karya: Arfan Achyar

Dimuat di Blog “Review Buku” http://trulyrudiono.blogspot.com/

Diposkan: 25 Juni 2011

Menulis merupakan sebuah kegiatan yang dikoordinasi oleh otak. Setiap gerakan alat tulis bukan hanya mencerminkan sikap yang kita miliki terhadap diri, melainkan juga memperkuat sikap kita. Semakin sering kita menulis dengan cara tertentu, semakin dalam sikap itu tergores dalam jiwa kita. Sang penulis buku, Vamala Rodgers membutuhkan tiga puluh tahun untuk melakukan riset, merancang dan memperbaharui upaya menciptakan Abjad Vimala Alphabet. Sistem ini merupakan sebuah sistem penulisan yang menggunakan tulisan tangan bukan hanya sebagai alat komunikasi melainkan sebagai alat pembangunan karakter karena bentuk setiap huruf menguatkan kembali kualitas-kualitas paling mulia si penulis.

Lee Raven Boy Thief

Lee RavenKarya: Zizou Corder

Dimuat di Blog “Baca Buku Fanda” http://bukufanda.blogspot.com/

Diposkan : 27 Juni 2011

Buku ini tentang seorang remaja berusia sekitar 15 tahun memutuskan untuk mencopet dompet milik seorang wanita kaya. Untuk menghindar dari kejaran petugas keamanan si wanita kaya, kedua kakinya membawa Lee ke pintu belakang sebuah rumah. Sang pemilik rumah yang penuh buku itu adalah Mr. Maggs, seorang penjual buku antic. Tak sengaja Lee menemukan sebuah buku tua di dalam sebuah kotak penyimpan barang berharga. Dari pencopet dompet, Lee tiba-tiba menjadi pencuri buku. Namun anehnya, buku yang terbawa olehnya itu yang justru lebih diburu orang daripada dompet milik wanita kaya yang penuh uang tunai. Buku apa sebenarnya yang dibawa oleh Lee? Dan mengapa gara-gara buku itu, pemilik sebenarnya buku itu sampai dibunuh? Jawabannya tentu saja terletak pada dan di dalam buku itu sendiri. Maka dimulailah petualangan Lee yang malang, bersama dengan buku itu, yang ternyata memang bukan buku biasa. (Tanzil/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan