-->

Kronik Toggle

SeBuAI Masih Perlu Banyak Buku

BEKASI – Bantuan buku bagi kegiatan Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Indonesia (SeBuAI) di Kota Bekasi masih minim sehingga akan terus dilakukan sosialisasi untuk menggugah warga agar menyumbangkan bukunya.

Ketua SeBuAI Kota Bekasi Adyanti Rahmarina, di Bekasi, Kamis (10/6/2010), menyatakan belum ada seribu buku yang disumbangkan dan ia berkeyakinannya banyak masyarakat yang bersedia memberikan sumbangan buku-buku yang kurang mereka manfaatkan namun belum tahu kemana harus menyalurkannya.

“Saya yakin mereka akan berpikiran daripada buku-buku yang tidak lagi dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja dalam rak, tentunya akan lebih baik diserahkan ke kami untuk dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia menyatakan buku milik warga tersebut kalau disumbangkan jelas memberikan manfaat bagi anak-anak utamanya yang berasal dari warga kurang mampu dan anak jalanan.

“Bila dibiarkan buku lama kelamaan akan usang dan dimakan rayap,” ujarnya.

Pihaknya telah melaksanakan aksi simpatik mengumpulkan buku-buku dari warga yang berkeinginan menyumbangkan buku sekaligus sosialisasi adanya gerakan tersebut.     Dalam aksi simpatik berhasil dikumpulkan seratusan buku dan jumlahnya masih jauh dari yang diharapkan. “Kita maklumi karena sosialisasinya juga belum optimal,” ujarnya.

Kini SeBuAI memiliki sukarelawan sebanyak 12 orang dan kontributor 15 orang di Kota Bekasi. Mereka inilah yang bertugas menyosialisasikan serta mendukung gerakan simpatik yang akan digelar di beberapa titik.     Untuk lebih mengenalkan program tersebut, juga telah disosialisasikan melalui internet dan pembuatan selebaran tentang maksud dan tujuan gerakan itu.

Pengurus menurut Adyanti, telah mendistribusikan buku di lokasi banjir Muara Gembong Kab. Bekasi, pembuatan perpustakaan di belakang Pasar Proyek Kota Bekasi serta membuka perpustakaan di Gedong Joeang 45.

Seorang anak jalanan yang tinggal di belakang Pasar Proyek Kota Bekasi, Dian (12), mengatakan senang bisa membaca buku setiap hari setelah adanya perpustakaan sederhana di dekat tempat tinggalnya. “Membacanya gratis lagi. Kita juga bisa dapat ilmu pengetahuan serta wawasan jadi bertambah,” ujar pengamen anak itu.     Ia juga menyatakan siap menjadi relawan dalam mengumpulkan buku-buku dalam aksi simpatik.

*)Kompas OL, 11 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan