-->

Perpustakaan Toggle

Rumah Baca Sampoerno

sampoerno1Urunan demi Wujudkan Mimpi Anak Desa yang Cerdas

Menumbuhkan minat baca pada anak memang tak mudah, apalagi di pedesaan.Namun sejumlah relawan di Rumah Baca Sampoerno,Dusun Tameng, Desa Padi,Kecamatan Gondang,Kabupaten Mojokerto, mencoba mengubahnya.

Rumah yang menghadap ke jalan raya itu berbeda dengan rumah lain di sekitarnya. Rumah itu lebih ramai, dijelali puluhan anak di teras samping rumah.Riuh,gelak tawa mewarnai rumah yang penuh dengan hiasan bermakna edukasi itu. Di tembok rumah,dipenuhi dengan stiker,spanduk,poster yang merupakan hasil karya seni anak desa setempat.Meneguhkan jika rumah ini adalah rumah anak-anak. Berderet alat bermain ”mendidik” hingga halaman rumah, semakin menambah rasa kental jika rumah tersebut bukan rumah hunian. Sekitar 40 anak-anak ini sedang asyik menyaksikan pentas Panggung Boneka Kardus.

Uniknya,mulai dari pemain,pemeran,dalang dan sutradara pementasannya adalah dari mereka sendiri, yang rata-rata masih duduk di TK dan SD.Cerita demi cerita sederhana menghiasi suasana siang yang panas,kemarin. Cerita berdurasi pendek mereka mainkan di dari dakam kotak kardus berukuran besar.Tokoh-tokoh dalam cerita itu mereka buat dari kardus pula,yang sebelumnya digambar dengan bentuk tokoh masing-masing.Mereka peragakan cerita itu bak sebuah pagelaran wayang kulit. Tak hanya menyajikan cerita, mereka juga berebut mendapatkan hadiah dari kategori cerita terbaik.

Pementasan Panggung Boneka Kardus,adalah salah satu media yang digunakan Rumah Baca Sampoerno untuk membentuk rasa percaya diri (self confident) anak.Maklum,biasanya anak memang cenderung pemalu jika harus berbicara atau tampil di muka umum.”Agar mereka punya kepercayaan diri dan tak takut jika berbicara di depan banyak orang,” ujar Triani Candra,pengelola Rumah Baca Sampoerno. Rumah Baca Sampoerno sendiri berdiri sejak tiga tahun silam.Berbekal rumah warisan dari Kolonel Sampoerno, kakek Candra,rumah itu sengaja dibuat untuk memberikan pendidikan di luar sekolah bagi anak-anak warga sekitar.

Tak hanya bermain, rumah ini menyajikan ratusan buku yang bisa dibaca secara gratis.”Ada sekitar 700 judul,” ungkap Candra. Buku-buku itu diantaranya adalah komik,ensiklopedi, dan cerita bergambar yang biasa disukai anak-anak. Dengan cara demikian papar Candra,anak-anak akan bisa lebih enjoyuntuk membiasakan diri membaca.Karena dengan gemar membaca,anak akan memiliki pondasi dasar untuk menjadi pintar.”Target kami,membaca adalah ”makanan” bagi anak-anak,” tukasnya. Dalam keseharian,rumah baca ini memang tak pernah sepi dari kunjungan anakanak desa.Rumah itu seakan menjadi tempat bermain sekaligus belajar bersama tanpa biaya.

Alhasil,kini sudah ada sekitar 35 anak yang tercatat menjadi anak didik Rumah Baca Sampoerno.” Hanya empat orang yang menjadi relawan di sini,”ujar gadis berumur 24 tahun yang sehari-hari menjadi guru di SDN Kemiri II,Kecamatan Pacet ini. Mengelola rumah baca seperti ini memang tak mudah dilakukan.Terutama jika melihat biaya operasional dalam keseharian dan menambah buku serta sarana bermain anak.Sejauh ini memang,pengelola tak membebankan biaya kepada para anak didiknya.”Kita (pengelola) harus urunan.

Karena jika dibebankan biaya,para orang tua pasti keberatan,”tukasnya. Upaya Rumah Baca Sampoerno untuk mendidik anak agar percaya diri dan gemar membaca rupanya cukup efektif.Terbukti dari salah satu anak didiknya, Afit Rahma Dianita, 8,yang sudah mulai tak canggung saat bercerita di depan teman-temannya.Bahkan, siswi kelas 2 SD ini sudah mampu membuat naskah sebuah cerita pendek

*) Sindo, 25 Mei 2011, Foto:Koleksi Jabbar Abdullah

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan