-->

Kronik Toggle

Perpustakaan Kampung Nuri Distrik Demta Raih Juara Satu

SENTANI – Ternyata Kabupaten Jayapura bukan saja bisa sukses melaksanakan program pemberdayaan kampung yang digagas Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM tapi disisi lain masyarakat di kampung dengan pengetahuan yang cukup luas mampu membawa nama baik Kabupaten Jayapura di tingkat Provinsi Papua.

Melalui perlombaan perpustakaan kampung yang dihelat Pemprov Papua ternyata Perpustakaan Nuri yang terletak di Kampung Muris, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura mampu mengukir prestasi dengan membawa piala juara satu.

Demikian diungkapkan Sekretaris Perpustakaan Kampung Nuri, Sugiyanto kepada Cenderawasih Pos ketika ditemui di Sentani, Sabtu (3/6) kemarin.

Dijelaskan Sugiyanto, perlombaan yang berlangsung belum lama ini dengan tim juri yang didatangkan dari pusat bersama provinsi ternyata diluar dugaan, Kabupaten Jayapura mampu menjadi juara satu lewat penilaian koleksi buku-buku mencapai 3025 kemudian pengelolaan dan pengembangan perpustakaan yang dinilai sangat baik.

”Dengan keberhasilan yang sudah diraih ini maka selanjutnya kami sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan di tingkat nasional, dan dalam waktu dekat kami akan bertolak menuju Jakarta,”ungkapnya.

Diakuinya, selain proses pengembangan dan koleksi buku yang dimiliki perpustakaan Nuri pihaknya juga mengembangkan perpustakaan di 6 kampung lainnya yang ada di Distrik Demta. Oleh karena itu,  diharapkan kepada Badan Perpustaan Daerah Provinsi Papua untuk bisa memberikan bantuan buku, untuk  didistribusikan ke kampung-kampung lainnya sehingga minat membaca semakin meningkat.

Terkait dengan  keberadaan perpustakaan Kampung Nuri ini, menurut Sugiyanto,  didirikan sejak tahun 2009 dimana saat itu memang sangat memprihatinkan kondisinya karena hanya ada 50 buku yang mencoba kerjasama dengan pihak lain seperti pemerintah daerah, TNI AD sehingga jumlah koleksi buku semakin meningkat bahkan sampai saat ini mencapai 3.025 buku.

”Ini memang termasuk cepat terjadi penambahan koleksi di perpustakaan ini dan bukan hanya buku-buku biasa yang ada,  namun majalah, koran sangat banyak,”ujarnya.

Menyoal dukungan dari Pemda, diakuinya, memang ada dalam bentuk perabot namun dalam bentuk buku-buku masih sangat terbatas tapi pihaknya mencoba melakukan pengembangan lewat kerjasama untuk koleksi buku-buku. Bahkan dengan adanya perpustakaan ini maka animo masyarakat khususnya anak-anak di sekitar perpustakaan sangat tinggi sebab sebelum mereka masuk belajar di sekolah, terlebih dulu mencari buku-buku di perpustakaan.

”Kerap sekali anak-anak sekolah dasar yang mendapatkan tugas belajar di sekolah mencari materinya di perpustakaan sambil mengerjakan di perpustakaan. Bahkan ibu-ibu juga bisa memanfaatkannya dengan membaca resep makanan dan obat-obat tanaman, bahkan sudah ada yang mempraktekkan lewat membaca buku,”tandasnya. (nal/tri)

Sumber: Situs berita Cendrawasih Pos, 6 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan