-->

Kronik Toggle

Penulis Harus Banyak Membaca agar Tulisannya Makin Berkualitas

penulis

Medan, (Analisa) Seorang penulis harus banyak membaca. Sebab dengan membaca pengetahuan semakin luas dan bertambah banyak sehingga tulisan yang dihasilkanpun semakin berkualitas.

Hal ini dikatakan Dra Nurjani MSi pada Pertemuan Penulis dan Pembaca di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Sumatera Utara, Rabu (15/6). Selain Nurjani yang juga Kepala Bidang Pembinaan SDM dan Kelembagaan Perpustakaan, narasumber lannya sejarahwan dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Ichwan Azhari dan penulis yang juga jurnalis dari Harian Analisa Rizal R Surya.

Karena itu menurut Nurjani jika ingin menjadi penulis handal harus rajin membaca dan terus belajar, serta tidak boleh puas dengan apa yang sudah dihasilkan.

Sementara Rizal sendiri mengatakan, menulis merupakan profesi yang sangat mengasyikan.

“Pertama, perasaan akan menjadi lega dan puas apabila berhasil menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan. Kemudian jika berhasil dipublikasi di media massa akan menjadi terkenal serta penghasilanpun akan bertambah,” ujarnya.

Rizal yang juga Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumut mengatakan, ide atau gagasan tulisan bisa digali dari kehidupan sehari-hari khususnya yang terjadi di sekitar kita. Masalahnya, banyak orang yang merasa tidak sempat menulis karena keterbatasan waktu. Padahal apabila mampu memenej waktu dengan baik, bisa menyisihkan waktu untuk menulis.

Menulis menjanjikan

Menurutnya, menulis saat ini merupakan profesi yang menjanjikan apabila ditekuni dengan baik. “Syaratnya harus serius dan sungguh-sungguh serta tidak mudah berputus asa,” ujarnya.

Saat ini kata Rizal banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan tulisan seperti media cetak maupun melalui media elektronik di internet. “Ingat JK Rowling menjadi wanita terkaya di dunia hanya karena menulis tujuh serial buku Harry Potter,” ungkapnya.

Namun semua itu kata Rizal hanya bisa dicapai kalau kita mau menulis mulai saat ini dan jangan ditunda-tunda lagi.

Sementara itu Dr Ichwan Azhari memamarkan bagaimana menulis sejarah khususnya sejarah di Sumatera Utara.

Saat ini menurutnya, masih sedikit yang menulis tentang sejarah khususnya sejarah lokal di Sumatera Utara.

Pertemuan yang dibuka Kepala BPAD Sumut Nurdin Pane itu diikuti para penulis mulai dari jurnalis kampus, mahasiswa serta pelajar yang memang pernah menulis. (maf)

Sumber: Portal berita Analisadaily.com, 16 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan