-->

Kronik Toggle

Pengadaan Buku Perpustakaan di Sukabumi Diduga Menyimpang

SUKABUMI (Pos Kota) – Pengadaan buku perpustakaan melalui program dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010 sebesar Rp 12.8 miliar di Dinas Pendikakan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tidak sesuai kontrak. Keterangan ini muncul dari Ketua Pemeriksa Barang, Yudi Arkadi usai diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Cibadak, Senin (6/6).

“Memang kami memeriksa tidak ke tiap sekolah. Kami hanya memeriksa buku-buku itu di Gudang milik PT Rosda Remaja Karya (RKK), selaku pemenang proyek,” kata Yudi kepada Pos Kota.

Kendati demikian, Yudi membantah telah lalai. Yudi berdalih, pada saat memeriksa barang, saat itu belum ada kontrak. Seharusnya, dalam kontrak kerja pemeriksa barang harus memeriksa sampai ke tiap sekolah. “Dari hasil pemeriksaan di gudang, semua buku lengkap,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan DAK bidang pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan PT RKK ditengarai telah terjadi tindak pidana korupsi. Di mana, dari sebanyak 138 SD penerima program tersebut tidak menerima  kuota buku yang sesuai kontrak yakni sebanyak 4.540 eksemplar. Rata-rata masing-masing SD hanya menerima 3000-4000 eksemplar. Padahal batas waktu pelaksanaan pendistribusian buku ke tiap SD itu harus rampung sesuai kontrak pada 5 Januari 2011.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri Sukabumi, Dedy Supardi menjelaskan penyidikan dugaan korupsi DAK akan terus berlanjut. Menurutnya, setelah ratusan kepala sekolah dimintai keterangan, kini memasuki para panitia DAK. (sule/B)

Sumber: Situs berita Pos Kota, 6 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan