-->

Kronik Toggle

Pasar Panggungrejo dikembangkan jadi pusat buku, pedagang siap alih dagangan

Solo– Sejumlah pedagang di Pasar Panggungrejo menyatakan siap beralih profesi menjadi pedagang buku. Hal tersebut menanggapi rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang ingin menjadikan pasar itu menjadi pusat perbukuan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Panggungrejo, Sukir Atmo, saat ditemui wartawan, Senin (13/6/2011), menyatakan pedagang mendukung upaya Pemkot mengubah Pasar Panggungrejo menjadi pusat perbukuan di belakang Kampus UNS. Sejumlah pedagang siap alih profesi untuk mendukung rencana tersebut.

“Kami harap Pemkot segera menyiapkan segala sesuatunya, nembusi percetakan misalnya,” ujar lelaki yang berjualan makanan itu.
Selama ini, jelas Sukir, belum ada kejelasan mengenai rencana tersebut. Menurutnya, wacana pusat perbukuan sangat ideal bila diwujudkan di Pasar Panggungrejo karena letaknya yang dekat dengan lingkungan kampus.

“Saya heran, rencana pusat perbukuan saja belum ada kejelasan, ini malah mewacanakan game online. Seharusnya Pemkot fokus dengan satu rencana dulu. Biar hasilnya tidak setengah-setengah,” kata Sukir.

Realisasi
Hal senada diutarakan pedagang di pasar itu, Iwan. Dia berharap wacana menjadikan Pasar Panggungrejo sebagai pusat perbukuan segera direalisasikan. “Sekarang, tiap hari pedagang merugi karena sepi pembeli. Pembeli cenderung malas ke sini karena dagangannya sama dengan yang di luar. Kalau berjualan buku masih jarang. Namun, kami ingin nantinya pengelolaan diserahkan penuh ke pedagang,” urainya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo, Subagiyo, mengatakan rencana mewujudkan pusat perbukuan menunggu pengosongan kios yang saat ini masih berjalan. Ia mengungkapkan, sekitar 25 kios di bagian depan akan disiapkan untuk mendukung rencana tersebut. “Setelah status semua kios benar-benar jelas, nanti akan segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

Subagiyo menandaskan DPP akan mendekati beberapa penerbit untuk diajak bekerja sama dengan pedagang. “Nanti pengelolaannya mandiri, oleh pedagang. Namun, jika mereka tidak berminat, akan kami carikan pedagang buku dari luar,” tandasnya.

*) Solopos, 13 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan