-->

Kronik Toggle

Pameran Komputer Lebih Diminati dari Pameran Buku

Minat masyarakat Surabaya terhadap komputer dan seluler ternyata lebih tinggi dibandingkan buku. Ini bisa dilihat dari jumlah kunjungan ke pameran buku dan pameran komputer yang selisih jauh.

Yusuf Karim Ungsi Branch Manager PT Dyandra Promosindo membenarkan hal itu. Sebagai exhibition organizer, pihaknya sering menggelar berbagai ragam pameran. Termasuk pameran buku dan komputer. Namun, sangat disayangkan pameran buku di Surabaya rupanya tidak berjalan mulus. Terakhir, Dyandra mengadakan Surabaya Book Fair beberapa tahun lalu.

“Terakhir itu, dan setelahnya tidak ada lagi. Karena tidak mungkin kalau buku, rugi,” kata Yusuf pada suarasurabaya.net, Rabu (01/06).

Diakuinya, pameran buku lebih sepi peminat. Dalam 10 hari pameran, jumlah transaksi yang dihasilkan mencapai Rp 4 milyar. Artinya sehari hanya ada penjualan buku senilai Rp 400 juta. Bandingkan dengan pameran komputer. Untuk lima hari pameran, bisa meraup Rp 7 milyar atau hampir Rp 1,5 milyar transaksi setiap harinya.

Hal itu, menurut Yusuf dipengaruhi oleh belum tingginya minat baca masyarakat. Apalagi, setiap pameran buku, para pesertanya tidak ditarik biaya. Karenanya, penerbit buku harus berhitung ulang untuk ikut dalam pameran. Sementara peserta untuk pameran komputer sebagian besar adalah industri-industri besar.

Kondisi tersebut memang berbeda dengan yang ada di Jakarta. Disana, baik minat terhadap buku maupun komputer sama-sama tinggi. Pameran buku selalu mengundang ribuan pengunjung. Demikian pula pameran komputer yang bisa meraih lebih dari Rp 200 milyar selama lima hari berlangsung.(git)

*)Suarasurabaya.net 1 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan