-->

Kronik Toggle

Minat Baca Warga Palembang Rendah, Festival Buku Nasional Sepi Pengunjung

wali-kota-palembang-eddy-santana-putra-mengajak-masyarakat-terbiasa-_110608090839-687

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Festival buku nasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, bekerjasama dengan sejumlah penerbit kurang diminati warga setempat. Hal ini terlihat dari sepinya pengunjung yang mampir.

Wulan, salah seorang penjaga stan buku terbitan Yogyakarta, mengakui penjualan buku dalam festival itu belum cukup banyak. “Warga datang ke stan biasanya hanya ramai saat sore, sedangkan dari pagi sampai siang cenderung sepi,” tuturnya, Selasa (7/6).

Menurut dia, penerbitnya menawarkan puluhan macam buku mulai dari buku pelajaran, agama dan novel. Harga buku yang ditawarkan bervariasi, tetapi sebagian besar dengan potongan harga (diskon) rata-rata 20 persen. Hingga hari kedua pelaksanaan festival, penjualan buku belum terjadi lonjakan yang berarti. Baru puluhan buku yang terjual selama dua hari ini,” ungkap Wulan.

Keluhan dan kondisi pengunjung yang minim dan hanya sedikit buku yang terjual, juga diungkapkan beberapa pengelola stan penerbit yang ikut dalam festival itu.

Festival buku nasional dalam rangkaian hari jadi Kota Palembang ke-1328 tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemkot setempat untuk mendorong kegiatan gemar membaca.

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Palembang, Nurhayati, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung pada 6-13 Juni di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sebanyak 18 penerbit terlibat dalam kegiatan yang baru pertama kali berlangsung di Palembang itu.

Sumber: Situs berita Republika, 8 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan