-->

Lainnya Toggle

Menata Koleksi Buku di Perpustakaan Sendiri

images

RUANG satu ini mungkin bukan ruang prioritas bagi kebanyakan orang. Tapi bagi Anda yang hobi baca dan mengoleksi buku, tentu membutuhkannya. Ya, perpustakaan mini di rumah bisa sangat diperlukan agar koleksi buku dapat tertata rapi.

Buat sebagian orang, membaca merupakan satu kebutuhan sehingga tanpa terasa koleksi buku pun semakin bertambah.Walaupun saat ini adalah era buku elektronik, namun memiliki buku yang sebenarnya pasti jauh lebih mengasyikkan. Mendapati koleksi buku menumpuk dan tercecer tentu tidak menyenangkan.

Selain menjadikan ruangan tak sedap dipandang mata, buku-buku yang tercecer itu bisa saja rusak karena debu, terkoyak, atau bahkan “terserang” kutu buku dan jamur. Bila keadaan ini tidak segera ditanggulangi, bukan tidak mungkin Anda tak bisa lagi membaca atau memiliki buku-buku itu. Untuk menciptakan perpustakaan mini ataupun ruang baca di rumah, Anda tak harus memiliki lahan yang sangat luas.

Sudut ruang yang sempit pun sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi ruang baca. Hanya, jika memang lahan memungkinkan, tak ada salahnya dibangun perpustakaan lengkap dengan lemari penyimpan buku berikut meja dan kursi baca.

“Penyediaan tempat untuk perpustakaan di rumah idealnya 10 meter persegi. Namun, itu harus disesuaikan juga dengan kebutuhan pemilik rumah,” kata arsitek Rizky Arnando.

Lahan sudah tersedia, kini tinggal dipikirkan masalah pembangunannya. Membangun atau mengaplikasikan perpustakaan di rumah mungkin tidak semudah yang kita kira. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum kita mulai membangun dan menata perpustakaan di kediaman sendiri.

Pertama, perhatikan letak lemari buku. Usahakan lemari tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari bisa merusak lembaran buku sehingga warna buku akan terlihat kusam. Maka itu, usahakan lemari buku tidak diletakkan di dekat jendela.

Selanjutnya adalah suhu ruangan. Suhu ruangan merupakan faktor utama penyebab kerusakan buku lantaran kutu, jamur, dan debu. Jadi, hal terbaik yang harus dilakukan adalah, jaga suhu ruangan antara 16–21 derajat Celsius. Selain itu, rajinlah membersihkan buku Anda dari debu-debu yang ada. Sebaiknya gunakan lemari model built-in.

Selain memberi tampilan yang lebih rapi, area dari lantai ke plafon dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga mampu membentuk ruang yang lebih banyak. Lagi pula, suasana yang terbangun menjadi lebih seru karena dikelilingi koleksi buku kesayangan. Tapi jangan lupa, sediakan tangga untuk menjangkau buku di bagian atas.

“Jika ingin membuat rak buku sendiri, tebal kayu untuk rak sepanjang 90 cm sebaiknya minimal 2,5 cm. Jika rak lebih panjang, tambah ketebalan kayu agar rak tidak melengkung karena tekanan buku-buku yang berat,” saran Rizky.

Selain rak buku, area duduk yang nyaman untuk membaca juga mesti diperhatikan. Pastikan suasana perpustakaan cukup nyaman dan pencahayaan cukup terang, tapi tidak silau. Jika ingin menggunakan lampu baca, letakkan di belakang kursi agar cahaya tidak langsung terkena mata (tidak silau).

Hati-hati dalam memilih lampu. Terlalu redup tak baik untuk mata Anda, namun lampu yang terlalu terang juga bisa merusak lembaran buku.

“Lampu yang paling tepat untuk perpustakaan adalah yang memiliki daya 30 watt,” ujar Rizky.

Penerangan memegang peran yang penting karena penerangan yang baik tidak akan membuat mata jadi lelah. Penerangan diberikan secukupnya, namun mampu menciptakan kesan ruang yang lebih luas, nyaman, dan menyenangkan.

Jenis lampu untuk ruang baca ini sebaiknya lampu neon, bukan lampu pijar karena pantulan cahaya lampu pijar pada kertas akan berpengaruh cukup banyak dan dapat menimbulkan kelelahan.

Sinar lampu berwarna putih serta intensitas cahaya yang cukup membantu mata untuk membaca dengan lebih nyaman. Tempatkan lampu pada bagian belakang Anda jika sedang membaca di kursi santai ataupun sofa baca. Tak ada salahnya juga menyediakan meja baca atau bookstands untuk membantu Anda ketika membaca buku yang tebal.

Pokoknya buat perpustakaan berikut meja bacanya nyaman untuk Anda dan buku koleksi Anda. Ketahuilah, kalau suasana lemari tak sesuai, buku cepat rusak. Kalau posisi membaca tak nyaman, tentu tidak baik untuk kesehatan. Yang penting untuk diperhatikan adalah ventilasi udara, penerangan ruangan, pengaturan tata letak rak-rak buku, dan penempatan meja kecil untuk mencatat hal-hal penting dari bacaan Anda.

Sirkulasi udara harus lancar agar tidak membuat Anda cepat lelah akibat kekurangan oksigen. Penataan rak-rak koleksi buku dan majalah dapat diatur menempel ke dinding dengan kerapatan yang cukup supaya udara dapat mengalir di celah antara rak dan dinding.

Fungsi celah ini adalah untuk sirkulasi udara yang dapat mengurangi kemungkinan kelembapan, bau apak, dan bersarangnya serangga di antara buku-buku tersebut. Celah itu mempermudah perawatan dan pembersihan koleksi buku dari debu serta menghindari udara lembap yang dapat merusak kondisi buku.

Dinding ruang baca selain dapat diperindah dengan lukisan, sebaiknya juga dipasangi peta, gambar tokoh-tokoh, atau banner yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Untuk penyegar ruangan, Anda dapat menambahkan beberapa pot bunga atau tanaman hias yang tidak terlalu besar serta sesuai dengan komposisi seluruh ruangan.

Pilih tanaman yang mudah dirawat dan tidak mudah rontok daunnya yang berfungsi untuk memberikan nuansa alami sekaligus tidak membosankan. Kehadiran warna pada ruang perpustakaan Anda, khususnya hijau, bisa menciptakan nuansa yang sejuk pada ruangan. (SINDO//nsa)

Sumber: Situs berita Okezone.com, 9 Juni 2011

1 Comment

Dr. Sugit Zulianto - 21. Des, 2012 -

Penataan buku pribadi perlu dibudayakan meskipun jumlahnya terbatas. Berawal dari tatanan buku sederhana, misalnya, rancangan ide besar dapat digagas dari rumah. Jika tidak tersedia buku yang mudah dibaca di kamar belajar sendiri, ke mana lagi ide dicari.Yuk…, menata buku sejak sekarang. Mau?

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan