-->

Kronik Toggle

Membangun Jaringan Katalog Perpustakaan Komunitas

Membangun Jaringan Perpustakaan
Saat ini perpustakaan bukan lagi hanya tempat, tapi juga menjadi aksi dan layanan masyarakat luas. “Jika organisasi Non Pemerintah (NGO) saat Orde Baru biasanya melakukan aksi-aksi jalanan, demonstrasi, maka saat ini Ornop berbenah diri. Salah satunya perpustakaan yang menjadi basis untuk riset aksi,” kata….
Karena pentingnya perpustakaan, kata Wakil Direktur Research and Empowerment (IRE)  Yogyakarta ini, maka IRE dengan bantuan dana Ford Foundation dan TAFF, menyelenggarakan workshop  “Membangun Jaringan Katalog Perpustakaan” selama dua hari, 16-17 Juni 2011 di Hotel Cakrakusuma, Yogyakarta. “Jaringan ini nantinya diharapkan bisa saling memperkuat basis data antarlembaga,” katanya.
Workshop ini diikuti 15 peserta yang mewakili lembaga-lembaga yang sudah memiliki perpustakaan komunitas. “Kami mengundang 6 lembaga dari Yogyakarta, 1 dari Bandung, dan 8 dari Jakarta,” jelasnya.
Perpustakaan dari Jakarta yang mengikuti adalah: Perpustkaan Satu Dunia, SMERU, Perkumpulan Prakarsa, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat/Elsam, Seknas FITRA, International NGO Forum on Indonsian Development/INFID, LP3ES, dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan.
Dari Yogykarta yang ikut adalah perpustakaan Politik Lokal dan Otonomi Daerah (PLOD) UGM, LKIS, Combine Resource Institution/CRI, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, dan Gelaran Ibuku/Indonesia Buku.
Satu-satunya dari Bandung diwakili perpustakaan AKATIGA. (GM/IBOEKOE)

YOGYAKARTA–Saat ini perpustakaan bukan lagi hanya tempat, tapi juga menjadi aksi dan layanan masyarakat luas. “Jika organisasi non Pemerintah (NGO) saat Orde Baru biasanya melakukan aksi-aksi jalanan, demonstrasi, maka saat ini Ornop berbenah diri. Salah satunya perpustakaan yang menjadi basis untuk riset aksi,” kata Krisdyatmiko.

Karena pentingnya perpustakaan, kata Deputi Direktur Institute for Research and Empowerment (IRE)  Yogyakarta ini, maka IRE dengan bantuan dana The Asia Foundation menyelenggarakan workshop  “Membangun Jaringan Katalog Perpustakaan” selama dua hari, 16-17 Juni 2011 di Hotel Cakrakusuma, Yogyakarta. “Jaringan ini nantinya diharapkan bisa saling memperkuat basis data antarlembaga,” katanya.

Workshop ini diikuti 15 peserta yang mewakili lembaga-lembaga yang sudah memiliki perpustakaan komunitas. “Kami mengundang 6 lembaga dari Yogyakarta, 1 dari Bandung, dan 8 dari Jakarta,” jelasnya.

Perpustakaan dari Jakarta yang mengikuti adalah: Perpustkaan Satu Dunia, SMERU, Perkumpulan Prakarsa, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat/Elsam, Seknas FITRA, International NGO Forum on Indonsian Development/INFID, LP3ES, dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan.

Dari Yogyakarta yang ikut adalah perpustakaan Politik Lokal dan Otonomi Daerah (PLOD) UGM, LKIS, Combine Resource Institution/CRI, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, dan Gelaran Ibuku/Indonesia Buku.

Satu-satunya dari Bandung diwakili perpustakaan AKATIGA. (GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan