-->

Kronik Toggle

Keuntungan Berjaringan Katalog Perpustakaan

Keuntungan Berjaringan Katalog Perpustakaan
Apa untungnya membangun jaringan katalog perpustakaan?
“Efisien dalam mendapatkan data antar lembaga. Berbagi data degan mudah dan tanpa prosedur bertele-tele. Apalagi dalam NGO, sangat berpikir kejelasan dan apa untungnya bagi lembaga secara internal,” kisah Ruhimat dalam Workshop “Membangun Jaringan Katalog Perpustakaan” yang diselenggarakan  Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta, Hotel Cakra Kusuma, Yogyakarta (17/6).
Dalam berjaringan itu,  mantan koordinator Jaringan Perpustakaan Lingkungan Hidup (JPLH) ini, menekankan bahwa yang berjaringan itu lembaganya, bukan orangnya. “Karena jika berorientasi pada individu pustakawan, kan selalu dimulai dari nol lagi jika pribadi itu keluar dari lembaga. Karena itu lembaga yang menjadi fokus jaringan,” jelasnya.
Dari pengalaman membangun jaringan perpustakaan bersama, JPLH menyimpulkan jaringan ini bisa bertahan mesti ada keuntungan finansial. “Ini jamak dalam berorganisasi. Pengalaman kami memang anggota sedapat mungkin mendapatkan keuntungan. Misalnya, Library of HUMA. Menurut mereka dengan menjadi anggota JPLH, mereka mendapat keuntungan fotocopy koleksi sampai satu juta sebulan,” tuturnya.
Senada dengan Ruhimat, SliMS Lead Developer Hendro Wicaksono memperinci keuntungan bergabung dalam katalog bersama. Bagi pengguna tentu saja bisa memperluas pencarian lokasi dan meningkatkan temu kembali informasi. Namun bagi pustakawan akan mempercepat proses pengolahan koleksi dengan sistem copy cataloging. “Sangat bisa menjadi ikhtiar capacity building. Di sana kita bisa menyamakan pengetahuan untuk berkembang bersama. Tentu saja pustakawan dan mereka bergiat di dalamnya saling kenal. Setiap yang bergabung di dalamnya kan memiliki posisi yang sama. Equal itu penting,” terang Hendro.
Selain itu, lanjut pustakawan di Departemen Pendidikan Nasional Jakarta ini, katalog perpustakaan bersama akan memperluas jaringan dan berbagi sumber data. Kita bisa saling pinjam antar perpustakaan, walaupun ini agak sulit dan mesti dipecahkan. Soalnya LSM itu spesifik.terlepas dari itu ya bisa menjadi media penyebaran informasi dan promosi marketing perpustakaan. (GM/IBOEKOE)

Apa untungnya membangun jaringan katalog perpustakaan?

“Efisien dalam mendapatkan data antar lembaga. Berbagi data degan mudah dan tanpa prosedur bertele-tele. Apalagi dalam NGO, sangat berpikir kejelasan dan apa untungnya bagi lembaga secara internal,” kisah Ruhimat dalam Workshop “Membangun Jaringan Katalog Perpustakaan” yang diselenggarakan  Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta, Hotel Cakra Kusuma, Yogyakarta (17/6).

Dalam berjaringan itu,  mantan koordinator Jaringan Perpustakaan Lingkungan Hidup (JPLH) ini, menekankan bahwa yang berjaringan itu lembaganya, bukan orangnya. “Karena jika berorientasi pada individu pustakawan, kan selalu dimulai dari nol lagi jika pribadi itu keluar dari lembaga. Karena itu lembaga yang menjadi fokus jaringan,” jelasnya.

Dari pengalaman membangun jaringan perpustakaan bersama, JPLH menyimpulkan jaringan ini bisa bertahan mesti ada keuntungan finansial. “Ini jamak dalam berorganisasi. Pengalaman kami memang anggota sedapat mungkin mendapatkan keuntungan. Misalnya, Library of HUMA. Menurut mereka dengan menjadi anggota JPLH, mereka mendapat keuntungan fotocopy koleksi sampai satu juta sebulan,” tuturnya.

Senada dengan Ruhimat, SliMS Lead Developer Hendro Wicaksono memperinci keuntungan bergabung dalam katalog bersama. Bagi pengguna tentu saja bisa memperluas pencarian lokasi dan meningkatkan temu kembali informasi. Namun bagi pustakawan akan mempercepat proses pengolahan koleksi dengan sistem copy cataloging. “Sangat bisa menjadi ikhtiar capacity building. Di sana kita bisa menyamakan pengetahuan untuk berkembang bersama. Tentu saja pustakawan dan mereka bergiat di dalamnya saling kenal. Setiap yang bergabung di dalamnya kan memiliki posisi yang sama. Equal itu penting,” terang Hendro.

Selain itu, lanjut pustakawan di Departemen Pendidikan Nasional Jakarta ini, katalog perpustakaan bersama akan memperluas jaringan dan berbagi sumber data. Kita bisa saling pinjam antar perpustakaan, walaupun ini agak sulit dan mesti dipecahkan. Soalnya LSM itu spesifik.terlepas dari itu ya bisa menjadi media penyebaran informasi dan promosi marketing perpustakaan. (GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan