-->

Kronik Toggle

Kementerian Kesehatan Dicatut Penipu Berkedok 'Sponsorship' Buku KIA

Jakarta – Kementerian Kesehatan mengingatkan adanya upaya penipuan dengan pencatutan nama lembaga Kementerian Kesehatan. “Untuk meyakinkan calon korban, pelaku menggunakan kop surat Sosialisasi dan Publikasi Buku Kesehatan Ibu dan Anak Mensukseskan Program Kementerian Kesehatan,” tulis Kepala Pusat Komunikasi Publik, Murti Utami, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 1 Juni 2011.

Penipu menuliskan alamat Sekretaris Pelaksana Pusat Informasi Kesehatan di Jalan Pancoran Barat II No. 7B, Jakarta Selatan. Penipu menawarkan sponsorship pencetakan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Melalui surat nomor 169/KIA-KMKES/INFKES/2011 tanggal 11 Januari 2011, penipu tersebut menawarkan sponsorhip kepada calon korbannya dengan tarif mulai Rp 5 juta hingga Rp 60 juta.

“Penipu juga menyertakan sambutan Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Budihardja, sebagai pengantar dalam buku tersebut,” kata Murti. Padahal, sejak 1 Januari 2011, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat telah berubah nama menjadi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Kementerian mengetahui modus penipuan dari laporan RSAB Harapan Kita dan PT Kimia Farma yang menerima penawaran sponsorship itu. Dua instansi tersebut, karena merasa curiga, kemudian mengkonfirmasi ke Kementerian Kesehatan. Ternyata kementerian tak pernah mengeluarkan selebaran tersebut.

Agar tidak tak lagi jatuh korban, Kementerian meminta pimpinan perusahaan obat, pimpinan rumah sakit, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk tidak melayani permintaan sponsorship. Menurut Murti, Kementerian tidak pernah bekerja sama dengan Pusat Informasi Kesehatan untuk mencetak Buku KIA. Pencetakan buku menggunakan sumber dana yang ada, dan juga dukungan dari UNICEF, World Vision Indonesia, Mercy Corp, Save The Children, Perdhaki, dan Nahdatul Ulama.

DIANING SARI

*) Tempointeraktif, 1 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan