-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Pertama Juni 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

jakartabeatLike This

Karya Jakartabeat.net

Resensi ditulis Furqon Ulya Himawan

Dimuat MEDIA INDONESIA, 4 Juni 2011

Ruangan lantai atas Kedai Kebun Forum, berlangsung sebuah diskusi buku berjudul like this, dan mengambil tema, Jurnalisme Musik dan Relevansinya sebagai Media Kritik Sosial. Buku setebal xii + 440 halaman ini dibedah langsung oleh penerbitnya Jakartabeat.net. M. Taufiqurrahman, pembicara pertama dari Jakartabeat.net mengaku lahirnya buku Like This merupakan ketidakpuasan terhadap media Mainstream yang hanya menulis tentang musik sebagai formalitas sehingga terjebak dalam pusaran tren, gaya, bahkan teknik bermusik saja. Dalam diskusi buku itu, juga hadir Wisnu Martha, Dosen komunikasi UGM, sebagai pembicara kedua. Ada juga Riski Sumerbee selaku musikus yang menjadi pembicara ketiga. Semua pembicara juga sepakat bahwa pemain musik dan jurnalis sama-sama melakukan perubahan dan kritik terhadap kondisi sosial.

Ekonomi Hijau (Green Economy)

Karya Surna Tjahja Djajadiningrat | Yeni Hendriati | Melia Famiola

Resensi ditulis Redaksi Kompas

Dimuat KOMPAS, 5 Juni 2011

Pendekatan buku ini tidak biasa karena tidak langsung membahas tentang ekonomi hijau. Uraian justru diawali dengan bab tentang paradigma yang mengabaikan keberlangsungan lingkungan, diikuti internalisasi lingkngan dalam kebijakan ekonomi, fungsi dan jasa ekosistem, nilai sumber ekonomi sumber daya alam, dan seterusnya. Selain itu juga mengingatkan bahwa implementasi prinsip ekonomi hijau membutuhkan kreativitas, pengetahuan, dan kesertaan masyarakat. Oleh karena itu, perlu perancangan proses ekonomi baru dengan pedoman sepuluh prinsip ekonomi hijau yang memungkinkan penegakan prinsip ekologi berjalan seiring dengan transformasi sosial dan kehidupan ekonomi.

Islam, Sekularisme, dan Demokrasi Liberal: Menuju Teori Demokrasi dalam Masyarakat Muslim

Karya Nader Hashemi

Resensi ditulis Dudi Sabil Iskandar

Dimuat KORAN TEMPO, 5 Juni 2011

Cara pandang Hashemi sebenarnya tidak berbeda dengan Fethullah Gulen, tokoh dialog lintas agama asal Turki, bahwa sekularisasi bukanlah oposisi terhadap agama dan tidak harus dipahami sebagai campur tangan agama dalam gaya hidup masyarakat. Hubungan Islam dan demokrasi, menurut Hashemi, tak hanya saling melengkapi, tapi juga sejalan dengan napas Islam sejak kelahirannya. Ia memberi tiga argumen berbobot. Pertama, dalam masyarakat dimana agama menjadi simbol identitas, jalan demokrasi liberal harus melewati pintu politik agama. Kedua, demokrasi liberal membutuhkan sekularisme, sedangkan tradisi agama tidak dilahirkan inheren sekuler dan memiliki konsepsi khusus tentang demokrasi politik. Ketiga, ada hubungan yang intim antara reformasi agama dan perkembangan politik.

Laduni Quotient (Model Kecerdasan Masa Depan)

Karya Ilung S. Enha

Resensi ditulis Saiful Amin Ghofur

Dimuat JAWA POS, 5 Juni 2011

Buah pena Ilung S. Enha ini hendak membongkar mistisme ilmu laduni. Laduni Quotient (LQ) sesungguhnya merupakan kecerdasan pemikiran yang bersifat rohaniah. LQ tak datang dengan tiba-tiba dan, Ilung dengan trengginas membabar segugus peranti metodologis dalam upaya pencapaian LQ. LQ mengungsung misi memadukan perangkat kecerdasan otak dan perangkat kecerdasan hati otak dan perangkat kecerdasan hati, untuk kemudian dihubungkan ke pusat atmosfer energi roh.

Tokoh + Pokok

Karya Goenawan Mohamad

Resensi ditulis Akhmad Sekhu

Dimuat JAWA POS, 5 Juni 2011

Pembahasan buku ini yang memuat tokoh-tokoh Indonesia, mulai Bung Hatta, Bung Karno, Chairil Anwar Gus Dur, Kartini, Nurcholish Madjid, Pramoedya Ananta Toer, Rendra, Sjahrir, Tan Malaka, hingga Wolter Monginsidi. Sembilan tokoh itu tentu sudah dikenal masyarakat Indonesia, baik sepak terjang maupun kehidupannya. Tapi, di tangan GM, mereka menjadi “lain”. Sembilan tokoh itu “dihidupkan” untuk didiskusikan sisi kompleksitasnya sebagai seorang tokoh dan juga sebagai manusia biasa.

Presiden Prawiranegara: Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia

Karya Akmal Nasery Basral

Resensi ditulis Baramma Aji Putra

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 5 Juni 2011

Inilah novel yang hadir dan menegaskan diri sebagai novel perjangan. Novel ini berkisah tentang Syafruddin Prawiranegara yang memimpin RI selama 207 hari. Setelah Bung Karno, Bung Hatta dan sejumlah menteri RI dikenakan tahanan rumah Belanda, dengan cerdas elite RI mengirimkan telegram kepada Kuding, sapaan akrab Syafruddin yang waktu itu di Bukitinggi Sumatra Barat. Melalui rapat sederhana, Kuding dan beberapa pejabat RI yang tersisa berhasil membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI).

Menghancurkan Kerajaan Iblis dalam Diri Anda

Karya Ferdi Godjali

Resensi ditulis Ronny SV

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 5 Juni 2011

Begitu nikmatnya pengalaman yang diberikan setan pada manusia, hingga manusia tak bisa lagi merasakan bahwa itu adalah dosa. Buku ini sangat tepat dihadirkan untuk mencegah jangan sampai manusia terjebak, menghadirkan kerajaan iblis didalam dirinya. Berbagai strategi yang disodorkan buku ini untuk membentangi agar tak terbentuk kerajaan iblis dan menghancurkan kerajaan iblis, kalau memang sudah terbentuk dan mengakar dalam tubuh manusia.

Rambu-Rambu Jurnalistik: Dari UU  hingga Hati Nurani

Karya Sirikit Syah

Resensi ditulis Iksan Basoeky

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 5 Juni 2011

Melalui buku ini, Sirikit memberi batasan tertentu bagi seorang jurnalis dalam menjalankan profesinya. Batasan yang dimaksud adalah rambu hukum, kode etik jurnalistik yang harus dipatuhi. Kode etik jurnalistik perlu dipatuhi sebab merupakan kaidah penuntun dan sekaligus memberi arah tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan jurnalis dalam menjalankan tanggung jawabnya. Buku ini penting dijadikan pedoman seorang jurnalis dan mereka yang bekerja dibidang penerbitan media, agar dapat menerapkan praktik-praktik terbaik dalam jurnalisme.

Nyaman Hamil dan Melahirkan

Resensi ditulis Susie evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 5 Juni 2011

Hamil dan melahirkan adalah fitrah yang harus dijalani perempuan. Buku pertama The preganancy Handbook karya Nadia Mulya mengungkapkan bagaimana problema ibu hamil. Hamil identik dengan perut buncit, badan melar, susah bergerak. Pada masa awal makanan tidak ada yang masuk. Setelah itu maunya makan dan makan terus. Ada pula buku kedua Panduan Mempersiapkan Kelahiran karya William Sears, MD dan Martha Sears, RN. Buku ini mengajak pembaca untuk mempersiapkan kehamilan hingga proses melahirkan. Melahirkan perlu persiapan yang matang. Buku ini mengungkap dua latihan melahirkan yang terbaik bagi para bumil. Pertama conditioning exercises melatih otot dan jaringan yang akan digunakan pada saat melahirkan. Kedua aerobic exercises adalah latihan memperlancar penyerapan oksigen dan menguatkan otot jantung.

Diksi Rupa, Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa

Karya Mikke Susanto

Resensi ditulis Tubagus P Svarajati

Dimuat SUARA MERDEKA, 5 Mei 2011

Buku ini memuat lebih dari 2.800 entri yang mencakup istilah dan gerakan seni rupa. Entri-entri itu berasal dari kebudayaan Arab, Bali, Batak, Jawa, Belanda, Cina, Inggris, Prancis, Jerman, Latin, Mesir, Persia, Portugal, Rusia, Sanskerta, dan Spanyol. Umumnya setiap entri disebutkan tiap katanya. Entri dalam bahasa Inggris yang berasal dari kata lain, seperti Latin, misalnya, akan diterangkan muasalnya. Selain seni rupa “modern” umum seperti patung, lukisan, desain, buku ini juga memuat seni rupa “kontemporer” (antara lain komik, mural/grafiti, digital, instalasi, performans, video, arsitektur, fotografi, wayang, batik, kersis, keramik, tekstil dan beberapa seni rupa tradisonal lain. Buku ini juga mencatat lembaga seni yang dianggap penting seperti Rumah Seni Cemeti, Ruangrupa, dan common room.

The Science of Luck

Karya Bong Chandra

Resensi ditulis Tea

Dimuat TRIBUN JOGJA, 5 Juni 2011

Bong Chandra, seorang motivator muda Indonesia, memaparkan tentang 12 rahasia menciptakan keberuntungan secara ilmiah. Buku The Science of Luck ini memang luar biasa, sebab penulisannya mampu memberikan ide-ide cemerlang yang dibeberkan secara lugas dan ilmiah. Buku The Science of Luck bisa menjadi panduan bagi pembaca yang ingin mengubah nasibnya, mendapat keberuntungan tanpa harus lewat jalan mistik. Disini penuis menekankan bahwa setiap orang berhak beruntung, karena keberuntungan itu milik semua orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakannya. Untuk mencapai keberuntungan kita harus harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mencapainya. (Aya/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan