-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Kedua Juni 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

Arsitektur yang Membodohkan

Karya Pursal

Resensi ditulis Andreas Yanuar Wibisono

Dimuat KOMPAS, 12 Juni 2011

arsitekturPursal menceritakan arsitektur dengan berpijak pada kebutuhan dan keinginan manusia. Jika arsitektur ini lahir dari manusia, ia pun harus menyesuaikan diri dengan dinamika manusia, bukan sebaliknya. Pada awalnya penjelasan Pursal memberikan cerita sederhana tentang topik, selanjutnya ia akan membawa contoh tersebut pada bidang arsitektur. Untuk menghantarkan pembaca pada pandangannya, ia memberikan contoh pemikiran lain sebelum ia menyatakan pemikirannya. Dalam bukunya ini terasa bahwa Pursal ingin memprovokasi para arsitek lain untuk tidak latah terhadap gaya yang muncul di Barat dan untuk mulai memunculkan kemudian menuliskan pemikirannya sendiri.

Candik Ala 1965

Karya Tinuk R. Yampolsky

Resensi ditulis Veven SP Wardhana

Dimuat KORAN TEMPO, 12 Juni 2011

Novel ini memijak awal pengisahan pada pergolakan politik penuh simbahan darah di Indonesia yang terjadi sekitar 1965/1966. Jika dibagi dalam babakan novel ini sendiri, bab awal mengambil setting tahun 1966/1967. Dua babak ini berfokus pada sosok Nik dan bagaimana sosok Nik memandang persoalan sekelilingnya terutama saat berusia 7 dan 10 tahun kemudian. Dalam babak ketiga, yang diceritakan terjadi pada 1980-an, terutama pada 1983. Ada pergeseran posisi sosok Nik. Babak keempat, terjadi pada 1990-an, terutama 1993 dan April 1998, sebulan sebelum klimaks gerakan reformasi yang melengserkan Soeharto sebagai petinggi negeri yang terlama berpengalaman sebagai presiden.

Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit Akhir

Karya Supratikno Rahardjo

Resensi ditulis Hery Priyatmoko

Dimuat JAWA POS, 12 Juni 2011

Bermodal segepok data dan teori yang tepat, penulis mengurai ciri peradaban sesuai dengan konteks masa. Pulau Jawa berusaha dibentangkan dari abad ke-8 sampai abad ke-15. Perbedaan karakteristik peradaban Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan persoalan yang belum tuntas dijawab hingga detik ini lantaran kajian mengenainya relatif sedikit. Buku yang terbagi menjadi 18 bab ini menjelaskan bahwa lokasi pusat peradaban (pemerintahan) pernah berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada abad ke-10.

Indonesia, Wikileaks dan Julian Assange

Karya Hendri F. Isnaeni

Resensi ditulis Umar Wirahadi

Dimuat JAWA POS, 12 Juni 2011

Hendri F. Isnaeni adalah jurnalis muda yang berbakat. Buku yang ditulisnya ini memuat 16 isu sensitif yang menggelitik rasa kebangsaan kita. Selain “skandal” Susilo Bambang Yudhoyono, penulis juga menyorot hasil pemilu 2004. Ada juga kasus tewasnya aktivis HAM Munir. Dalam laporan Wikileaks, nyata bahwa pejuang HAM asal Kota Batu tersebut memang tewas dibunuh. Sayang, tidak semua data yang dimiliki wikileaks bisa dibeberkan dalam buku tersebut. Tentang Indonesia, Wikileaks memiliki 3.095 kawat diplomatik dari kedubes AS di Jakarta dan 167 dari Konjen AS di Surabaya. Di antara dokumen itu, 98 masuk kategori rahasia.

Kyai Menjawab, Masalah keagamaan dan kemasyarakatan

Karya H Asyhari Marzuqi

Resensi ditulis Subegjo

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 12 Juni 2011

Buku yang terbagi menjadi tiga bagian ini diawali dengan membahas tentang masalah ibadah, kedua, berisikan tentang masalah muamalah. Dan yang menjadi di penutup pada bagian ini atau pada bagian ketiga, yaitu berisikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan beberapa hal yang penting dalam hidup ini.

Spiritualitas Kematian, Meraih Hidup Indah dan Khusnul Khatimah

Karya Dr H Abdul Mustaqim

Resensi ditulis Bramma Aji Putra

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 12 Juni 2011

Penulis tak hendak menggurui pembaca, namun terasa benar mengajak untuk memahami filsafat kehidupan. Ada nilai penting yang penulis tekankan bahwa menyadari kematian, bukanlah bernilai negatif, sebaliknya akan bernilai positif. Sebab, kita akan berusaha untuk berlaku arif dan bijaksana dalam menapaki episode kematian yang tengah kita jalani.

Si Buta dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat lainnya

Karya Rif’an Anwar

Resensi ditulis Humaidiy AS

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 12 Juni 2011

Berbeda dengan buku-buku filsafat pada umumnya, buku bertajuk Si Buta dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat lainnya yang ditulis Rif’an Anwar ini mencoba menawarkan prespektif baru dalam memahami filsafat secara jenaka. Tema-tema filsafat yang biasa ditelaah secara teoritis dan “berat”, diuraikan secara sederhana dan “menggelitik”. Sebagaimana judulnya, yang merupakan plesetan dari serial populer Si Buta dari Gua Hantu, dalam penelusuran halaman demi halaman buku ini pun, pembaca akan dapat mendapati suguhan seputar tema filsafat yang “segar”.

The Doctors

Karya Wahyu Hidayat

Resensi ditulis Subroto

Dimuat REPUBLIKA, 12 Juni 2011

Tiap manusia terlahir lengkap dengan talenta khusus yang dapat menjadi bekal kehidupan. Persoalannya banyak orang gagal menyingkap potensi terpendamnya. Buku The Doctors ini memuat sederet pengalaman empat dokter yang kondang sebagai selebriti. Di balik gemerlap penampilannya di panggung, mereka menjalani perjalanan yang berkeringat untuk menuju kesuksesan. Buku setebal 264 halaman ini menginspirasi pembaca untuk memperjuangkan cita-citanya.

Sejarah Teror: Jalan Panjang menuju 9/11

Karya Lawrence Wright

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat TRIBUN JOGJA, 12 Juni 2011

Serangan dahsyat 11 September 2001 oleh Al Qaeda kerap dianggap sebagai tonggak dimulainya pertempuran besar dua peradaban, Barat dan Timur, yang masih terjadi hingga kini. Osama bin Laden sudah mati, namun bayang-bayangnya masih menyisakan banyak pertanyaan. Bacaan dibuka dengan kisah perjalanan Sayyid Qutb, pergolakan di Mesir, dan mekarnya ideologi keras Qutb ketika belajar di Amerika, menyelami kehidupan di sana, yang pada akhirnya melahirkan pokok-pokok pemikiran teokrasi yang sangat keras. Osama dan Zawahiri secara jelas dan bukti-bukti yang meyakinkan telah menggerakan apa yang kini dikenal dengan sebutan jihad global. Lawrence Wright, penulis yang menghabiskan waktu lima tahun untuk penyelesaian buku ini, berhasil memberikan gambaran lengkap kepada kita, sesungguhnya pemerintah AS bisa mencegah operasi teror Al Qaeda 11 September 2001. (Aya/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan