-->

Kronik Toggle

Inilah Catatan Khusus SBY Soal Buruh di Buku Emas PBB

Jenewa – Tak hanya mendapat kehormatan berpidato dalam sesi khusus Konferensi Satu Abad Badan PBB soal buruh atau International Labour Organization (ILO), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga diminta menuliskan pesan di Buku Emas ILO.

Penandatanganan itu dilakukan di Kantor ILO, Selasa, 14 Juni 2011, sore atau malam waktu Indonesia. Penandatanganan dilakukan berbarengan dengan undangan makan siang Direktur ILO, Juan Somavia.

Buku Emas ILO berisi pesan kepada seluruh kepala negara dan pemerintahan yang berkunjung ke ILO. Buku tamu itu telah digunakan sejak tahun 1920 ketika ILO didirikan.

Pesan di Golden Book ini biasanya akan menjadi catatan khusus bagi ILO dalam menjalankan program-program pemberian bantuan bagi buruh.

Apa sesungguhnya pesan SBY di dalam buku itu? SBY berharap agar Indonesia dan organisasi buruh internasional itu bisa bekerja sama mewujudkan suatu masa depan yang layak dan era baru sebuah keadilan sosial. “Kita semua berbagi sebuah mimpi akan sebuah dunia yang lebih baik bagi para pekerja,” tulis SBY.

SBY mendefinisikan dunia yang lebih baik itu sebagai sebuah dunia tempat para pekerja menikmati hak-haknya dan menjalankan kewajibannya. SBY menyampaikan penghargaannya kepada kepemimpinan Direktur Jenderal ILO, Juan Somavia, dan kontribusi ILO bagi Indonesia. “Indonesia akan selalu berkomitmen dan menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh ILO untuk mewujudkan mimpi itu,” kata SBY.

Acara ini disaksikan langsung oleh Dirjen ILO Juan Somavia dan petinggi PBB lainnya. Dari Indonesia tampak Menaker Muhaimin Iskandar, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menperin MS Hidayat, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.



Inilah salinan catatan SBY pada ILO Golden Book:
All of us share a dream of a better world for workers. A world in which all workers enjoy their rights, and fulfill their responsibilities.
Indonesia will always be a committed and reliable partner of the ILO in the great endeavour to realize that dream.
I sincerely appreciate Dr. Somavia’s leadership of the organization, and the contribution of ILO to Indonesia. Let us work closely for a future with decent works and for the new era of social justice.

WIDIARSI AGUSTINA

*) Tempointeraktif, 15 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan