-->

Kronik Toggle

Ini Koran Digitalku, Mana Koranmu

iRex-iLiad_trein

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ada bertriliun informasi berjubel di Internet. Setiap hari ada jutaan informasi dan berita baru yang lahir di sana. Pada 1964, Walter Sullivan menulis soal fenomena ledakan informasi ini di koran New York Times.

Bagaimana kita menyaring dan mencerna serbuan informasi itu? Untunglah, di dunia ini ada Google, Yahoo, dan Bing. Tanpa mesin pencari seperti Google, entah apa yang bisa kita lakukan untuk menyaring banjir informasi tanpa henti itu. Namun, walaupun ada mesin penyaring secerdas Yahoo dan Google, tetap saja masih perlu usaha ekstra untuk memilah lagi mana informasi dan berita yang sesuai dengan selera atau kebutuhan kita. “Sebab, berita yang kita dapat belum spesifik,” kata Ismail Fahmi, karyawan perusahaan teknologi periklanan Adrime di Amsterdam, Belanda, pekan lalu.

Mau meringkas jalan mencari berita, coba fitur baru di Gresnews: Gresnews.ME. Ismail Fahmi, 37 tahun, pembuat Gresnews, menyebut Gresnews.ME sebagai koran personal. Dinamai koran personal karena berita apa saja yang dimuat di koran ini bisa ditentukan semau pemiliknya. Empunya juga bebas menamai koran ini. Yang pasti, Anda tak perlu keluar ongkos seperak pun untuk membuat koran ini.

Menurut Ismail, sekarang Gresnews.ME baru menyediakan pilihan lima kata kunci sebagai penyaring berita. Seandainya Anda penggemar klub sepak bola asal Spanyol, Barcelona FC, bisa memilih kata kunci: Barcelona, Messi, Xavi, Guardiola, Puyol. Maka Gresnews.ME akan menyaring berita berdasarkan lima kata itu. Setiap jam Gresnews akan memperbarui hasil penyaringan berita ini secara otomatis. Jadi, tak perlu pusing-pusing memelototi baris demi baris indeks berita. “Kalau lima kata dirasa kurang, nanti akan ditambah,” kata Ismail. Di laman muka Gresnews.ME, kita juga bisa melihat apa saja kata kunci yang paling banyak dipakai “pemilik” koran lain.

Gresnews adalah aggregator atau situs pengumpul berita. Dia menyedot berita dari 100 situs berbahasa Indonesia, seperti Tempo Interaktif, Republika, Detik, Kompas.com, dan 26 situs berbahasa Inggris. “Saya kerjakan tiap malam sepulang kerja,” kata Ismail beberapa waktu lalu. Dia membuat Gresnews sejak Agustus 2009, tiga bulan setelah menyelesaikan program doktoral computational linguistic di Universitas Groningen.

Di Internet, ada banyak situs yang kurang-lebih menawarkan fitur sama dari rupa-rupa sumber berita dan konten. Paper.li dan PostPost, misalnya, memilih sumber berita dari Facebook dan Twitter. GoogleNews juga menawarkan fitur personalisasi-News for You. Ada pula News.me, aplikasi buat personalisasi berita untuk tablet Apple iPad, yang dibuat Betaworks dan juragan media New York, Times Company.

Dari ukuran tampilan, Gresnews.ME memang sangat sederhana dan polos. Menurut Ismail, tampilan .ME merupakan perpaduan Paper.li dan New York Times/Chrome. “Laman Paper.li terlalu ramai. Saya lebih suka New York Times,” katanya. Karena masih serba baru dan digarap seorang diri, Gresnews.ME juga belum menyediakan pilihan tema-tema wajah laman seperti yang sudah dilakukan iGoogle.

Satu yang juga masih menjadi impian Ismail adalah aplikasi versi ponsel Android, BlackBerry, atau iPhone dari Gresnews.ME. “Saya lihat dulu statistik penggunanya,” katanya. Jika pengguna .ME semakin banyak, barangkali aplikasi ini tak lagi sekadar mimpi.

SAPTO PRADITYO

Sumber: Situs berita Tempointeraktif.com, 2 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan