-->

Kronik Toggle

Debat Politikus Versus Penyair di Makassar

Makassar – Panitia Makassar International Writer Festival akan menggelar acara debat antara politikus dan penyair di Museum Kota Makassar pada esok hari, Rabu, 15 Juni. “Nggak nyambung memang, tapi di sinilah letak keunikannya,” kata direktur festival, Lily Yulianti Farid, sambil tertawa kecil, pada Selasa, 14 Juni 2011.

Lily mengaku terinspirasi saat ia melihat acara debat antara pemancing ikan dan penyair di Darwin, Australia. Mereka berdebat untuk melihat siapa yang paling penting dalam kehidupan ini, apakah pemancing ikan atau penyair. Acara debat di Makassar besok akan menghadirkan Airin Nizar dari Partai Demokrat, Rahman Saleh dari Partai Keadilan Sejahtera, dan Armin Mustamin Toputiri dari Golkar.

Selain debat ini, panitia juga mengajak para pengguna jejaring sosial Twitter untuk ikut memeriahkan festival tersebut dengan menulis puisi bertanda #puitwit. “Cukup menulis puisi dan menuliskan #puitwit, maka puisi-puisi tersebut akan mudah dibaca semua kalangan,” kata Aan Mansyur, penyair dan penulis Makassar yang terlibat dalam festival yang akan berlangsung hingga 17 Juni mendatang ini.

Lily mengatakan bahwa #puitwit ini sebagai salah satu wadah untuk memperlihatkan karya anak bangsa dan mengukur sejauh mana apresiasi masyarakat terhadap festival. “Kami berharap bukan hanya #puitwit yang mendapat tanggapan dari masyarakat, tetapi debat ini juga,” katanya.

KAMILIA

*)Tempointeraktif, 14 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan